Yuk, Bantu Gerakan Kemanusiaan #Coin for Ambulance Warga Bima Dompu yang Dirawat di Bali! -->

Iklan Semua Halaman

.

Yuk, Bantu Gerakan Kemanusiaan #Coin for Ambulance Warga Bima Dompu yang Dirawat di Bali!

Monday, July 15, 2019
Warga Bima Dompu Menggalang Dana Kemanusiaan untuk Membantu Membeli Ambulance.


Denpasar, Berita11.com— Rumah Sakit Sanglah Bali dan beberapa layanan kesehatan di Denpasar menjadi salah satu tujuan rujukan perawatan bagi masyarakat Bima dan Dompu hingga Pemerintah Kabupaten Bima saat dipimpin almarhum H Fery Zulkarnain membangun Rumah Singgah Bima-Dompu.

Dari waktu ke waktu, keberadaan rumah singgah tersebut sangat bermanfaat bagi warga Bima dan Dompu yang umumnya banyak dirujuk di rumah sakit di Bali. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi pasien, termasuk keluarga pasien asal Bima Dompu khususnya untuk mendukung kegiatan mobilitas untuk penjemputan pasien. Bahkan warga Bima Dompu dengan anggaran yang terbatas kebingunan ketika harus mengantar jenazah kerabatnya yang meninggal  kembali ke kampung halaman.

Atas dasar kesulitan itu, warga Bima dan Dompu yang tergabung dalam Yayasan Meci Angi Bali berinisiatif menggalang dana untuk membeli ambulan sebagai alat transportasi pasien Bima Dompu yang berobat. Dalam penggalangan dana melalui gerakan kemanusiaan bertagar #coin for ambulance.

Salah satu inisiator penggalang dana, Syarifudin mengungkapkan, kondisi pasien Bima dan Dompu selama ini yang berobat di Bali mengalami kesulitan transportasi ambulan.
Setiap pasien yang berobat ke Bali, selalu mengiunap di rumah Singgah Bima Dompu yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bima pada masa kepemimpinan Bupati Bima almarhum H Fery Zulkarnain.

Dikatakannya, saat pasien dan kerabatnya tiba di Bali, umumnya kesulitan transportasi seperti pasien yang tak bisa jalan atau sakit parah yang datang menggunakan kapal laut dan bus. Demikian hallnya ketika hendak memeriksa kesehatan atau berobat di rumah sakit. Dari rumah singgah ke rumah sakit sering kali kesulitan transportasi sehingga terjadi keterlambatan. 

“Bahkan ketika ada pasien yang meninggal, kami benar-benar kesulitan untuk mendapatkan transportasi ambulan untuk mengantar pulang mayat ke Bima dan Dompu,” ungkap warga Desa Bre Kecamatan Palibelo ini, Senin (15/07/2019).

Atas dasar kesulitan itulah warga Bima dan Dompu berinisiatif menggalang dana untuk membeli ambulan sebagai alat transportasi pasien Bima Dompu yang berobat.  “Ini untuk meringankan beban sekaligus memberikan pelayanan bagi masyarakat Bima Dompu yang berobat ke Denpasar Bali,” ujarnya.
Syafrudin mengaku, penggalangan dana sudah berlangsung sebulan. Hingga kini dana dari masyarakat Bima Dompu yang berhasil dihimpun Rp23,5 juta.

“Kami targetkan awal tahun 2020 satu unit mobil ambulance bisa dibeli. Mudahan-mudahan harapan dan keinginan ini dapat terwujud,” harapnya.

Demi terwujudnya harapan dan impian itu, mereka mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu, memberikan sedikit sumbangsi guna terwujudnya cita-cita mulia yang diinisiasi warga Bima-Dompu itu.

“Kami warga Bima Dompu yang ada di Bali tetap menjalin rasa kebersamaan. Apalagi dalam aksi kemanusiaan,” katanya. [RD]