Zona Lintas Terganggu, Petani Tambak Ancam “Duduki” Bandara Bima

Iklan Semua Halaman

.

Zona Lintas Terganggu, Petani Tambak Ancam “Duduki” Bandara Bima

Senin, 08 Juli 2019
Ilustrasi Landasan Pacu Bandara.


Bima, Berita11.com— Sejumlah petani pemilik empang di sekitar Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima mengacam akan melakukan aksi menduduki bandara setempat jika pasca pelebaran landasan pacu, otoritas bandara tidak memberikan jalan masuk bagi mereka.

Petani tambak bandeng asal Palibelo, Husen meminta Pemerintah Kabupaten Bima memerhatikan nasib ratusan petani tambak. “Kami minta agar Pemda memerhatikan nasib kami para petani. Jangan karena pelebaran bandara kemudian kami tidak bisa ke tambak kami,” katanya di Palibelo, Jumat (5/7/2019).

Dirinya dan sejumlah petani lain bersyukur selama ini pihak otoritas Bandara Bima memberikan ijin kepada para petani untuk melewati landasan pacu menuju tambak mereka. “Kami berterima kasih kepada pihak bandara. Selama ini sudah berbaik hati kepada para petani. Tapi kami harapkan juga ada solusi, minimal ada jalan atau lorong bagi kami untuk masuk. Kalau harus melewati laut, belum tentu air pasang terus,” katanya.

Hal yang sama diharapkan Hamzah, pemilik tambak lainnya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bima menepati janji untuk membantu menyiapkan jalan bagi petani menuju tambaknya di ujung landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

“Minimal pemerintah daerah harus menyiapkan solusi. Kalau jalan untuk kami ditutup habis setelah pelebaran landasan tanpa ada solusi. Kami tentu akan bereaksi, dulu pernah aksi warga di bandara. Kami juga bisa lakukan itu,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, I Kadek Yuli Sastrawan, S.I.Kom menjelaskan, berkaitan keinginan petani pemilik tambak di sekitar bandara setempat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Bima agar menyiapkan solusi lahan yang digunakan untuk jalan masuk keluar bagi petani.

“Terkait itu kami sudah pernah menyampaikannya kepada Wakil Bupati Bima,” ujarnya belum lama ini. [US]