1.000 Mahasiswa, Pelajar dan UMKM Antusias Ikuti BI Mengajar

Iklan Semua Halaman

.

1.000 Mahasiswa, Pelajar dan UMKM Antusias Ikuti BI Mengajar

Sabtu, 03 Agustus 2019
Foto Bersama BI NTB Bersama Peserta Mahasiswa Peserta BI Mengajar di Kampus Universitas Mataram, Sabtu (3/8/2019).



Mataram, Berita11.com— 1.000 mahasiswa, pelajar, santri dan UMKM mengikuti kegiatan Bank Indonesia (BI) Mengajar yang diselenggarakan di Universitas Mataram, Sabtu (3/8/2019).

BI Mengajar bertajuk Peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan di Indonesia diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kurang lebih 1.000 peserta hadir dan antusias mengikuti kegiatan kuliah umum Bank Indonesia kali ini. Para peserta terdiri dari mahasiswa, pelajar tingkat SMA, dan pengusaha UMKM.

Kegiatan tersebut didukung  sepuluh bank yaitu Bank NTB Syariah, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BCA, BSM, BNI Syariah, BRI Syariah, dan BTN Syariah.

Rektor Universitas Mataram yang diwakili Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan, Drs. Ruspan M.Ak menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia yang mengadakan kegiatan BI Mengajar di Universitas Mataram.

“Kegiatan ini diharapkan semakin menambah wawasan terutama untuk mahasiswa terkait dengan perkembangan terkini yang terjadi di bidang ekonomi dan  keuangan digital,” katanya.

Ruspan menyampaikan saat ini Universitas Mataram telah mulai mengimplementasikan digitalisasi transaksi keuangan di lingkungan kampus.


Sementara Kepala Perwakila Bank  Indonesia Provinsi NTB Achris Sarwani menjelaskan, kegiatan BI Mengajar terkait digitalisasi ekonomi dan keuangan di Universitas Mataram tersebut merupakan rangkaian kedua setelah kegiatan yang diikuti 150 santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (1/8/2019) lalu.

Dikatakannya, BI Mengajar merupakan salah satu program yang dimiliki Bank Indonesia dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tugas sebagai bank sentral.

Acris Sarwani memaparkan bahwa digitalisasi ekonomi memengaruhi sektor sosial dan ekonomi yang akan meningkatkan interkonetivitas dari fungsi pekerjaan dan teknologi yang semakin canggih.

Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah dan praktis dengan peran ekonomi digital. Untuk itu, dalam menghadapi era ekonomi digital tersebut, tidak hanya membutuhkan  kesiapan infrastruktur, namun juga kesiapan dan pemahaman sumber daya manusia agar ekonomi digital dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Selain kegiatan utama kuliah umum yang disampaikan Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani,  kegiatan juga diisi sosialisasi dan pengenalan produk-produk digital yang dimiliki oleh perbankan. [AN]