Aparat TNI AL Berhasil Ungkap Pencurian Menjangan, Pelaku Terancam Lima Tahun Penjara

Iklan Semua Halaman

.

Aparat TNI AL Berhasil Ungkap Pencurian Menjangan, Pelaku Terancam Lima Tahun Penjara

Rabu, 07 Agustus 2019
Sejumlah Aparat TNI AL saat Menyerahkan Barang Bukti Menjangan Hasil Selundupan dan Pembeli Satwa yang Dilindungi kepada Petugas BKSDA NTB Seksi Wilayah III Bima Dompu di Kota Bima, Rabu (7/8/2019).

Kota Bima, Berita11.com— Anggota Pos Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Lariti Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima berhasil menangkap pelaku pencurian menjangan saat melaksanakan patroli rutin di laut setempat, Rabu (7/8/2019) pagi.

Petugas menemukan delapan ekor menjangan dalam proses bongkar muat di Pantai Lariti Kecamatan Lambu, satu di antaranya menjangan tersebut dalam keadaan hidup, sedangkan tujuh ekor lainnya dalam keadaan mati.

Danpos TNI AL Kolo Bima Lettu Laut (E) I Made Suardana mengatakan mengatakan, selain delapan ekor menjangan tersebut, petugas mengamankan barang bukti lain berupa speedboat dan mobil kijang super EA1070S yang akan digunakan untuk memuat satwa yang dilindungi tersebut.

Aparat juga mengamankan warga asal Kelurahan Panggi Kecamatan Mpunda Kota Bima berinisial NHI yang diduga sebagai pembeli satwa dilindungi tersebut.

Barang Bukti yang Berhasil Diamankan. 

“Penangkapan berawal pukul 10.00 Wita, anggota Pos AL Lariti melakukan patroli penyisirian  pantai. Setibanya di Pantai Lariti personil TNI AL Pos AL Lariti melihat di pantai Lariti ada kegiatan bongkar muat sehingga mengecek kegiatan tersebut, setelah dilakukan pengecekan ternyata berupa hewan yang dilindungi undang-undang  jenis menjangan hasil buruhan,” ujar Lettu Laut (E) I Made Suardana di kantor BKSDA.

Dikatakannya, setelah mendapati bongkar muat tersebut, anggota Pos AL Lariti langsung menghubungi pihaknya sebagai Danpos AL Kolo Bima. “Selanjutnya kami memerintahkan anggota  kami untuk membawa  BB dan pelaku ke kantor BKSDA NTB Seksi Konservasi Wilayah lll Bima Dompu di Kota Bima,” ujar Lettu Laut (E) I Made Suardana.

Sekira pukul 14.00 Wita, barang bukti hasil tangkapan beserta pelaku tiba di kantor BKSDA NTB di Jalan Soekarno Harta Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima menggunakan mobil Kijang Super nomor EA 1070 S.

“Langsung kami serahkan ke Kepala BKSDA Bima-Dompu, Bambang Dwidarto SH didampingi Danposramil Lambu Peltu Inf Ilham dan Kapolsek Lambu Iptu Qurais untuk ditindaklanjuti  dan diproses esuai prosedur hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA NTB Wilayah III Bima Dompu Bambang Dwi Darto SH membenarkan penangkapan yang dilakukan anggota TNI AL  Pos AL Lariti.

“Para pelaku akan dikenakan Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservai Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut, barang siapa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh dan menyimpan, memiliki, memelihara mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati dan bagian-bagiannya dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan perburuan atau memperjualbelikan serta tidak memiliki dan tidak memelihara satwa liar yang dilindungi undang-undang. Apabila ada yang memiliki dan memelihara satwa liar dan bagian-bagiannya yang dilindungi undang-undang tanpa dilengkapi ijin yang sah, pihaknya meminta untuk menyerahkannya secara sukarela kepada kantor BKSDA setempat.

Warga Kelurahan Panggi Kota Bima berinisial NHI mengaku delapan menjangan yang diamankan apart diperolehnya dari warga Dusun Lesu Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima berinisial S.


Dikatakannya, sesuai keterangan S, menjangan tersebut hasil buruhan di Pulau Komodo Provinsi NTT. “Kami hanya membeli dengan perjanjian seharga Rp8 juta. Delapan ekor itu juga kami bayar setelah barang tersebut  laku terjual. Namun pada saat penangkapan di Pantai Lariti oleh anggota TNI AL S beserta enam orang temannya yang lain kabur meninggalkan saya,” katanya.[MR]