Atlit Cabor Pobsi Dompu Abdul Wahid Berhasil Rebut Tiket Menuju PON Tahun 2020

Iklan Semua Halaman

.

Atlit Cabor Pobsi Dompu Abdul Wahid Berhasil Rebut Tiket Menuju PON Tahun 2020

Selasa, 27 Agustus 2019
Ujung kanan atlit cabor pobsi kabupaten dompu Abdul Wahid. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Salah satu atlit dari Cabang Olahrga (Cabor) Persatuan Olahraga Bliard Seluruh Indonesia (Pobsi) Cabang Dompu NTB, Abdul Wahid 38 tahun berhasil merebut tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Papua NTT tahun 2020 mendatang.

Pria kelahiran Dompu NTB ini berhasil mengalahkan atlet dari daerah Provinsi Banten yakni Sandi Rafael dengan skor 6-3 di kelas single Ball 8.

Ketua umum Cabor Pobsi Kabupaten Dompu Habibi pria 37 tahun kepada Berita11.com menjelaskan, utusan dompu yang mengikuti Pra Pon di Jakarta setelah melalui tahapan seleksi hanya dua orang, namun Abdul Wahid sudah pasti masuk mengikuti PON tahun 2020.

"Dua atlet dari Dompu yaitu Abdul Wahid dan Alfin yang mengikuti Pra Pon di Jakarta hanya Abdul Wahid yang berhasil lolos setelah mengalahkan atlet dari Banten Sandi Rafael," jelas Ketua umum Cabor Pobsi Kabupaten Dompu, Selasa (27/8) siang.

Menurut Habib, jika dilihat dari grit atau skill Abdul Wahid memang sedikit meragukan namun naluri seoarang ketua umum cabor pobsi ini Abdul wahid mempunyai kemampuan yang luar biasa yang dimilikinya.

"Awalnya memang diragukan oleh beberapa pihak atas kemampuan Wahid namun saya sudah buktikan bahwa dia bisa dan selama ini Cabor Biliar Kabupaten Dompu NTB tidak pernah mampu menembus Pra maupun PON, sekarang alhamdulillah dompu mencetak sejarah baru," kata Habib.

Habib menjelaskan, delapan atlit  lainnya utusan dari provinsi NTB saat ini masih dalam berjuang untuk merebut tiket menuju PON.

"Jumlah atlit yang diutus untuk perwakilan NTB sebanyak sembilan orang, Wahid sudah pasti lolos, sementara delapan atlet lainnya tengah berjuang untuk menuju PON," bebernya.

Untuk diketahui, delapan atlit lainya saat ini tengah bertarung. Diantaranya dua orang perwakilan dari Kota Bima, dua orang dari Sumbawa Besar, satu orang Lombok tengah, dua orang dari Kota Mataram dan satu utusan dari dompu Alfin. Namun atlit utusan dompu Alfin dikabarkan telah gugur. [RIS]