Dr Syarif Ahmad: Tiga Poin yang Perlu dalam Konsep Pembangunan

Iklan Semua Halaman

.

Dr Syarif Ahmad: Tiga Poin yang Perlu dalam Konsep Pembangunan

Jumat, 30 Agustus 2019
Suasana Seminar Pembangunan Kabupaten Bima yang Digelar di Aula Kampus Vokasi UNRAM di Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Kamis (30/8/2019).


Bima, Berita11.com— Akademisi STISIP Mbojo Dr Syarif Ahmad SE M.Si menyebut terdapat tiga poin yang perlu diperhatikan dalam konsep pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber Seminar Pembangunan Kabupaten Bima yang digelar di kampus Vokasi Universitas Mataram di Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Kamis (30/8/2019).

Disebutkannya, ketiga konsep pembangunan itu memiliki keterkaitan yang erat. Perencanaan, adalah sebuah proses yang dinamis dan dalam menyiapkan atau menentukan kondisi yang lebih baik pada masa mendatang. Perencanaan merupakan proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan menghitung sumber daya yang tersedia.

“Perencanaan dapat dikatakan memiliki kaitan yang erat (dengan) pembangunan karena hasil dari perencanaan dapat dilihat dari pembangunan yang dilakukan. Sebagaimana perencanaan, pembangunan merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tidak terlepas dari pemanfaatan sumber daya,” katanya.

Menurutnya, pandangan mengenai pembangunan pada awalnya seringkali hanya menghitung pembangunan fisik dan peningkatan produktifitas dan perekonomian meliputi PDRB, pendapatan perkapita sebagai indikator pembangunan.

Seiring berjalannya waktu, pandangan pembangunan secara konvensional yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi lama kelamaan tidak lagi sesuai seiring dengan semakin berkurangnya ketersediaan sumber daya tak terbarukan serta degradasi lingkungan akibat eksploitasi faktor produksi serta gaya konsumsi yang berlebihan.

“Dampak dari model pembangunan yang tidak memedulikan kelestarian alam dapat dilihat dan dirasakan secara langsung seperti kekeringan, banjir serta meningkatnya suhu secara global,” katanya.

Kesadaran akan pentingnya sebuah pembangunan disadari tidak hanya berhubungan dengan peningkatan ekonomi, tetapi juga isu lingkungan dan sosial. Isu ini kemudian mendorong lahirnya konsep pembangunan yang belakangan disebut pembangunan berkelanjutan sebagai proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan.

“Pembangunan berkelanjutan memiliki tiga pilar utama yang menjadi kunci dalam pelaksanaannya yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup pada upaya untuk mewujudkan terjadinya, pemerataan manfaat hasil-hasil pembangunan antar generasi (intergeneration equity) yang berarti bahwa pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan pertumbuhan perlu memerhatikan batas-batas yang wajar dalam kendali ekosistem atau sistem lingkungan serta diarahkan pada sumber daya alam replaceable dan menekankan serendah mungkin eksploitasi sumber daya alam irreplaceable.

Dikatakannya, pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada dan pencegahan terjadi gangguan ekosistem dalam rangka menjamin kualitas kehidupan tetap baik bagi generasi mendatang. 

“Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi demi kepentingan pemerataan pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan antargenerasi, mempertahankan kesejahteraan rakyat (masyarakat) yang berkelanjutan baik masa kini maupun masa yang mendatang (inter temporal),” katanya.

Selain itu, katanya, memertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang mempunyai dampak manfaat jangka panjang ataupun lestari antargenerasi,menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan manusia antargenerasi sesuai habitatnya.

Diharapkannya, dengan adanya konsep pembangunan tersebut, ke depan sebuah perencanaan dapat dikatakan memiliki kaitan yang erat pembangunan karena hasil dari perencanaan dapat dilihat dari pembangunan yang dilakukan.

“Sebagaimana perencanaan, pembangunan merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tidak terlepas dari pemanfaatan sumber daya,” katanya. [MR]