Gugah Pemkab Alokasikan Beasiswa Rp100 Juta per Bulan, Gubernur Ajak Mahasiswa Perluas Jaringan

Iklan Semua Halaman

.

Gugah Pemkab Alokasikan Beasiswa Rp100 Juta per Bulan, Gubernur Ajak Mahasiswa Perluas Jaringan

Kamis, 22 Agustus 2019
Gubernur NTB Dr H Zulkieflamsnyah saat Menghadiri Ramah Tamah dengan calon Wisudawan STKIP Taman Siswa Bima.


Bima, Berita11.com— Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah M.Sc menyarankan Pemerintah Kabupaten Bima agar tidak ragu mngalokasikan anggaran hingga Rp100 juta per bulan atau Rp1,2 miliar per tahun untuk beasiswa. Gubernur juga mengajak mahasiswa agar terus mengembangkan diri dan memperluas jaringan serta berpikir global untuk memajukan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri ramah tamah dengan wisudawan (graduation gathering) di Aula Sudirman kampus STKIP Taman Siswa Bima di Kecamatn Palibelo Kabupaten Bima, Rabu (21/8/2019).

Menurutnya, mahasiswa NTB termasuk di Bima harus berbenah dengan mengembangkan diri serta memperluas wawasan dan jaringan, tidak hanya bergelut dengan isu-isu lokal. Gubernur mencontohkan bahwa banyak mahasiswa dari NTB di luar negeri yang menjadi imam di masjid, pengajar mengaji dan menjadi pentolan dari organisasi. Hal itu harus menjadi penyemangat bagi mahasiswa lainnya di NTB.

Mahasiswa tidak perlu berkecil hati walaupun berasal dari desa atau daerah terpencil, namun harus menggantungkan impian setinggi mungkin. Karena pada prinsipnya sesuatu diciptakan karena pikiran yang diekspresikan dalam kenyatraan.

"Kenapa agama itu besar di dunia, kalau Islam haji ke Mekkah, agama lain Hindu, Budha berkembang itu menjadi sebuah semangat dalam kehidupan. Kita bermimpi, bercita-cita ada yang jadi tentara, polisi. Kita harus percaya (trust) pada mimpi, karena mimpi yang baik akan menarik kita pada kebaikan. Sedangkan hal yang negatif akan menarik pada yang negatif,” katanya.

Dijelaskannya, program Pemrov NTB mengirim mahasiswa keluar negeri bukan karena kualitas pendidikan di daerah rendah. Tapi untuk mendorong pola pikir para pemuda yang dikirim lebih terbuka. Mungkin kelak akan kembali dengan pola dan cara berpikir yang baru sehingga berkontribusi positif untuk daerah.

“Saya satu satunya di NTB pernah jadi ketua BEM UI. Kita tidak lagi takut karena SMA di kampung karena kita kuliah di universitas besar di Indonesia. Saat kuliah di luar negeri, kita sadar begitu besarnya potensinya di daerah ini. Jangan takut kuliah di luar negeri,” ujarnya.

Dr Zul juga mengapresiasi keberadaan STKIP Taman Siswa Bima. Dari aspek nama kampus setempat sudah luar biasa. Karena Taman Siswa bukan sekadar sebuah nama, melainkan sebuah mimpi dan target mengubah cara berpkir. Taman Siswa adalah sebuah penegasan bahwa pendidikan adalah hak semua.

“Belum pernah saya temukan di luar negeri anak NTB yang tidak jadi ketua organisasi. Kalau di sini (di Bima) ada Ketua Perhimpunan Mahasiswa Ambalawi. Kapan kalian jadi presiden, pemimpin Indonesia kalau hanya lingkupnya Ambalawi saja? Kesempatan banyak sekali. Beroganisasi adalah bagus, mengejarnya lebih besar,” katanya.

Apresiasi khusus juga disampaikannya kepada Ketua STKIP Taman Siswa yang berupaya membangun pendidikan dan peradaban melalui mutu pendidikan serta karakter. Hal itu bukanlah biasa, namun perlu kerja keras. Apalagi mengelola perguruan tinggi swasta tidak mudah. Terkadang banyak pihak yang melihat dari permukaanya saja. Akan tetapi setiap akhir bulan pengelola memikirkan gaji karyawan. 

Upaya kampus setempat menjadi bagian pembangunan pendidikan di NTB dapat menjadi amal ibadah. Karena pengembangan kampus setempat bukan karena pertimbangan bisnis atau uang, melainkan karena panggilan jiwa.

“Kita berikan kesempatan kepada STKIP Taman siswa agar punya keberanian. Kita ajak keluar negeri.  Satu lagi, jurusan Matematika dan Fisika itu sedikit di luar negeri. Ini menjadi modal,” katanya.

“Jangan merasa puasa karena bisa demo, jangan merasa bangga karena ketua organisasi, merasa bangga karena bisa pidato. Itu adalah masa lalu. Karena rakyat NTB, anak muda NTB harusnya tidak hanya menjadi tim sukses tapi menjadi pemimpin,” katanya.

Sampaikan Harapan agar Bupati dan Wabup Bima tak Ragu Alokasikan Anggaran untuk Beasiswa

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah juga menyampaikan harapan agar Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri dan Wakil Bupati Bima Drs Dahlan M Noer M.Pd tidak ragu mengalokasikan anggaran misalnya Rp100 juta per bulan atau Rp1,2 miliar untuk setahun.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak perlu ragu mengalokasikan anggaran untuk biaya pendidikan para generasi muda. Karena hasil (output) munculnya generasi-generasi atau cendekia yang dapat membenahi daerah, yang hadir dengan pemikiran-pemikiran baru.
“Saya mengharapkan kalau bapak Dahlan, Ibu Dinda lanjut, jangan ragu untuk memberikan beasiswa keluar negeri,” pesannya.

Dikatakan gubernur yang pernah mengenyam pendidikan SMA di Australia dan kuliah di Eropa dan Amerika Serikat ini,  sebenarnya biaya kuliah dan kehidupan di luar negeri murah. Bahkan seperti di Mesir Rp1 juta per bulan.

Hal itu yang mesti menjadi pertimbangan pemimpin di daerah untuk memajukan daerahnya. 

“Apalah berat Kabupaten Bima menyediakan beasiswa Rp100 juta per bulan, setahun Rp1,2 miliar. Nggak berat, dibandingkan anak muda di Bima kembali dengan cara berpikir yang baru,” ujarnya.  


Sementara itu, Wabup Bima, Drs H Dahlan M Noer M.Pd yang hadir pada acara tersebut juga menyampaikan tentang visi misi Bima RAMAH yang diusungnya bersama Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE.

“Kami terus mengkampanyekan dan menyosisialisasikan Bima RAMAH, Dinda Dahlan. Bima RAMAH ini adalah  mimpi, kalau tidak dilakukan terus tidak akan terwujud. Makanya harapannya mahasiswa ini ikut mewujudkan visi andal. Masalah utama 4 tahun kepemimpinan Dinda Dahlan adalah tantangannya masalah SDM. Birokrasi kerjanya itu itu saja,” katanya.

Mantan pejabat di Kementerian Pendidikan Nasional ini juga meminta mahasiswa tidak hanya ke kampus karena orientasi mendapat  ijazah. “Akan tetapi terus meningkatkan kemampuan. Kalau mau hasilnya bagus, kita harus mau belajar apa yang disampaikan guru kita. Bima RAMAH ini adalah mimpi di siang bolong. Adalah cita cita, akan terwujud jika semua mau menggerakkan, mau membantu mewujudkan,”  katanya. [RD]