Hebat, STKIP Taman Siswa Bima Naik 10 Peringkat versi DIKTI

Iklan Semua Halaman

.

Hebat, STKIP Taman Siswa Bima Naik 10 Peringkat versi DIKTI

Rabu, 28 Agustus 2019
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si Bersama Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah M.Sc dan Wabup Bima Drs H Dahlan M Noer M.Pd saat Acara Graduation Gathering Sarjana Beradab Menuju NTB Gemilang MEnghadapi Era 4.0 yang Digelar di Auditorium Sudirman Kampus Setempat, Belum Lama ini. 


Bima, Berita11.com  Capaian demi capaian diraih Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima. prestasi yang terbaru yaitu kategeri kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi yang sebelumnya tahun 2018 pada posisi 22 dan kini melonjak ke peringkat 10.

Hal tersebut diungkapkan Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si. “Tahun ini STKIP Taman Siswa naik 10 peringkat dari peringkat 22 pada tahun 2018 menjadi peringkat 12 pada tahun 2019. Salah satu kriteria penilaian dalam pemeringkatan ini adalah  kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi,”  ujar Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si, Rabu (28/8/2019).

Dijelaskannya, perengkingan oleh Kemenristek dan Dikti melalui Dirjen Dikti tersebut bukan tanpa alasan. Karena iklim penelitian oleh kampus setempat juga mengalami peningkatan signifikan. 

“Alhamdulillah penelitian dan pengabdian masyarakat,  dosen STKIP Taman Siswa mengalami  peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2018 ada 11 proposal penelitian yang didanai Dikti dan tahun 2019 ini ada 28 proposal yang diajukan ke Dikti. Mudahan-mudahan didanai semua,” harapnya.

Ditambahkannya,  untuk mencapai prestasi tersebut, kampus STKIP Taman Siswa Bima melakukan sejumlah terobosan. Di antaranya dengan mengadakan klinik proposal hibah. Selain itu, program satu dosen, satu proposal juga dirasa mampu mendorong minat dosen untuk meneliti.

“Semangat meneliti dosen semakin meningkat karena beberapa terobosan yang dilaksanakan oleh pimpinan dan LP2M sendiri, seperti adanya program klinik proposal hibah untuk dosen agar mudah dalam menyusun proposal,” jelasnya. [RD]