Hj Rostiati Dahlan Ingatkan 10 Hak Anak yang harus Dipenuhi Ekosistem Pendidikan dan Kekuarga

Iklan Semua Halaman

.

Hj Rostiati Dahlan Ingatkan 10 Hak Anak yang harus Dipenuhi Ekosistem Pendidikan dan Kekuarga

Kamis, 08 Agustus 2019
Suasana Sosialisasi Konvensi Hak Anak, Perlindungan Anak, Makanan dan Obat-Obatan Terlarang tingkat Kabupaten Bima di SMPN 1 Belo, Selasa (6/8/2019). Foto Tim Komunikasi Publik Diskominfostik Kabupaten Bima.



Bima, Berita11.com— Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Hj Rostiati Dahlan S.Pd mengingatkan 10 hak anak yang harus dipenuhi ekosistem pendidikan dan kekuarga. Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Sosialisasi Terpadu Hak Anak dan Bahaya Narkoba, di SMPN 1 Belo, Selasa (6/8/2019) lalu.

Disebutkannya, 10 hak yang harus dipenuhi oleh ekosistem pendidikan dan kekuarga untuk memastikan anak tumbuh kembang sewajarnya yaitu hak mendapat pendidikan, hak mendapat kesehatan, hak mendapat  identitas dan hak mendapat perlindungan. Selain itu, anak juga wajib memperoleh hak mendapat rekreasi, hak sosial Budaya, hak ikut berkebangsaan, hak mendapat makanan dan hak kesamaan.

Sosialisasi Terpadu Hak Anak dan Bahaya Narkoba, di SMPN 1 Belo diikuti 125 pelajar, sejumlah narasumber yakni Ketua TP PKK Kabupaten Bima, BNNK Bima, dan pejabat DP3AP2KB Kabupaten Bima.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Bima Hj Siti Romlah, S.SOs mengawali pemaparannya dengan menjelaskan sejumlah penghagaan yang telah diraih pemerintah daerah dalam upaya perlindungan hak-hak perempuan dan anak di kabupaten Bima.

Narasumber Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bima yang diwakili Arif Munandar, S.Kep.,Ns memaparkan tema "Generasi Emas tanpa Narkoba".


Arif memaparkan aspek berkaitan peristiwa kasus Narkoba secara umum, total pengguna Narkoba di Indonesia secara umum, prevalensi pengguna Narkoba berdasarkan status sosial.

Dikatakan Arif, pengguna Narkoba terbanyak dari kalangan pekerja dan tahun 2018 sebanyak 60% dari kalangan pelajar. Selain itu, pria muda ini menjelaskan total kerugian negara yang diakibatkan dari Narkoba serta jumlah korban Narkoba.

Arif juga memaparkan pentingnya upaya pencegahan pengaruh Narkoba pada pelajar dan senantiasa kembangkan hal yang positif.

Di akhir penyampaiannya narasumber dari BNNK Bima tersebut memaparkan aspek pelayanan rehabilitasi bagi korban penyalahguna Narkoba. Masyarakat disarankan mengantarkan keluarganya yang menjadi korban penyalaguna Narkoba atau langsung menyerahkan diri ke kantor BNN Bima untuk proses pemulihan.

Pemateri dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Mataram Ogi Baso Mataram S.Si, Apt  juga mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan produk obat dan makanan dengan cara melakukan pengecekan.

“Untuk keamanan obat dan pangan yang dikonsumsi, maka perlu terlebih dahulu dilakukan cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluarsa, sehingga  dipastikan tersebut produk  aman dikonsumsi,” katanya dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Demisminasi Informasi, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin M.Si. [AN]