IMAM MATARAM dan FPPD Desak Kejari Dompu Tangkap dan Adili Kades Doromelo

Iklan Semua Halaman

.

IMAM MATARAM dan FPPD Desak Kejari Dompu Tangkap dan Adili Kades Doromelo

Jumat, 09 Agustus 2019
Massa aksi dari Imam Mataram dan FPPD saat berorasi di Kejari Dompu. foto ist


Dompu, Berita11.com - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Manggelewa Mataram (Imam Mataram) dan Forum Pemuda Peduli Doromelo (FPPD), Kamis (8/8/2019) pagi mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu NTB untuk segera menangkap dan adili Kepala Desa (Kades) Doromelo Kecamatan Manggelewa. 

Pasalnya, massa aksi yang dikoordinir Imansyah itu menilai, bahwa laporan dugaan penyalagunaan ADD dan DD dilakukan Kades setempat yang diajukan beberapa waktu lalu terkesan lamban dari proses penyelidikan Kejari Dompu.

Aksi demonstrasi dilakukan massa tersebut nyaris terjai bentrok fisik dengan sejumlah aparat Kejaksaan setempat, lantaran dipicu dari salah satu masa aksi ingin menerobos masuk ke dalam dan melakukan orasi di ruangan Kejaksaan. Selain itu, kata-kata yang dilontarkan para orator saat berorasi dinilai memfitnah dan meremehkan kinerja Kejaksaan.
 
saat di dalam halam Kejari Dompu. foto ist
Saling dorong, adu mulut serta saling tunjuk pun tak terelakan mewarnai aksi unjuk rasa. Beruntung berkat ketangguhan aparat keamanan dari Mapolres Dompu, menghalau massa aksi dan meredakan suasana tegang kemudian ditawarkan untuk berdialog di aula kejaksaan setempat.

Dalam dialognya, Kasi Intel Kejaksaan Sulhan SH, meminta agar kedepan sebelum melakukan aksi sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu apakah laporan tersebut ditindaklanjuti atau tidak dan Sulham menegaskan, jangan langsung memfonis dan memfitnah dan beranggapan tidak menanggapi setiap laporan yang masuk.

“Laporan yang kami tangani bukan hanya Desa Doromelo saja, dalam bulan ini ada delapan laporan sehingga berkaitan dengan waktu kami telah melakukan sesuai dengan aturan yang berlaku,” bebernya.
 
Saat berdialog di Aula Kejari Dompu. foto ist
“Menurut Sulham, terkait dengan laporan desa tersebut saat ini sudah mulai ditindaklanjuti dan telah dilakukan telaah sesuai dengan urutan laporan yang masuk.

“Untuk Desa Doromelo sesuai hasil telaahan laporannya dapat diproses dan insya allah minggu depan sudah mulai diproses,” jelas Sulham.

Meski demikian, Sulham menambahkan, pihaknya juga masih butuh dukungan dari masyarakat dalam hal setiap laporan agar tidak ada kecurigaan yang timbul dan mengajak untuk bersama- sama saling mendukung dengan cara bekerja secara profesional. [RIS]