Jelang Musim Tanam, ALPA Bima Desak Pemkab Bima Atensi Potensi Penimbunan Pupuk

Iklan Semua Halaman

.

Jelang Musim Tanam, ALPA Bima Desak Pemkab Bima Atensi Potensi Penimbunan Pupuk

Senin, 19 Agustus 2019
Aksi ALPA Bima Beberapa Bulan lalu. Foto Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Lembaga pemuda di Kabupaten Bima, ALPA Bima mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengatensi dugaan penimbunan pupuk pertanian yang dilakukan spekulan saat menjelang musim tanam.

Ketua ALPA Bima, Indrawan mengatakan, saat masyarakat belum memasuki tanam, umumnya pupuk dijual bebas di pasar. Akan tetapi saat mendekati musim tanam atau saat musim tanam pupuk tiba-tiba menjadi langka.

Menurutnya, hal tersebut patut diduga bagian dari upaya pihak-pihak tertentu menimbunnya sehingga memperoleh keuntungan berlipat saat kebutuhan masyarakat meningkat.

“Tetap ada dugaan penimbunan. Harapan kami semoga pupuk di Kabupaten Bima tidak dijual seacara paket dan dijual dengan sesuai HET, tidak melebihi itu,” ungkap Indrawan, kemarin.

Indrawan juga meminta pengecer yang menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET) diganti dengan pengecer lain.

Sebagaiamana diketahui sebelumnya, ALPA Bima adalah organisasi kepemudaan di Kabupaten Bima yang getol menyuarakan tentang kelangkaan pupuk dan harga pupuk yang mahal, di atas HET. Beberapa kali ALPA Bima menyuarakannya dalam bentuk aksi unjuk rasa.

Sebelumnya Direktur CV Rahmawati H Ibrahim menyatakan, pihaknya sengaja menjual pupuk subsidi jenis urea dan NPK yang dikemas dan dipaket bersama pupuk nonsubsidi. Tujuannya untuk mengimbangi kebutuhan petani. Karena masalahnya kebutuhan setiap petani di Bima hingga 500 kilogram, sementara subsidi yang mampu diberikan pemerintah baru 200 kg untuk setiap petani sebagaimana RDKK. [US]