Kabid Dikdas Bakal Lakukan Seleksi Akademik Bagi CKS di Kabupaten Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Kabid Dikdas Bakal Lakukan Seleksi Akademik Bagi CKS di Kabupaten Dompu

Rabu, 07 Agustus 2019
Kabid Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. Zainal Afrodi, S.Pd.MM usai memberikan keterangan pers di ruang kerjanya. foto RIS


Dompu, Berita11.com - Demi meningkatkan mutu pendidikan baik dari sisi manajemen dan tata kelola sekolah yang berbasis pada pengembangan pendidikan, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Zainal Afrodi, S.Pd.MM isyaratkan bakal melakukan proses tahapan seleksi akademik bagi peserta Calon Kepala Sekolah Dasar Khusus di Kabupaten Dompu NTB.

Menurut Zainal, Standarisasi mutu kepala sekolah melalui tahapan seleksi akademik bisa mempercepat peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, dapat melahirkan kepala sekolah yang memiliki wawasan mengenai tatakelola serta manajemen dalam lingkup sekolah tersebut.

“Insya Allah, tahun 2019-2020 ini kita akan melakukan proses tahapan-tahapan seleksi khusus CKS. Kepala sekolah itu harus memiliki kecakapan akademik, karena di sana dia akan melakukan supervisi klinik internal, kalau dia tidak memiliki percakapan akademik, maka dia tidak mungkin melakukan supervisi klinis,” ujarnya saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (7/8/2019) siang.

Zainal menyebutkan, jika tidak dilkukan proses tahapan seleksi khusu Calaon Kepala Sekolah tentu tidak ada rasa yang timbul dalam mereka untuk menjalani dengan serius tahapan proses tersebut. Karena bagaimana pun kepala sekolah dituntut untuk memiliki wawasan lebih luas. Dan melalui proses itu, menurut dia, kepala sekolah bisa dilihat standarisasi kemampuannya.

“Kalau tidak dilakukan supervisi klinis, pasti akan muncul keacuh-acuhan bagi teman-teman guru untuk melakukan proses akademik. Ketika kepala sekolah rutin melakukan supervisi di kelas maka akan merasa bahwa dirinya sedang dikawal,” bebernya.

Zainal mengakui, masih banyak kepala sekolah yang dibawah standarisasi akademik, kendati demikian pihaknya akan berupaya untuk melakukan pengembangan melalui tahapan demi tahapan.

“Memang banyak kepala sekolah di bawah standar akademik, tapi kami akan terus berupaya untuk mendorong mereka serta melakukan proses-proses penyesuaian agar mencapai standar akademik,” ungkapnya. [RIS]