KASAD dan Ketua Persit KCK Disambut Upacara Adat Peusijuek

Iklan Semua Halaman

.

KASAD dan Ketua Persit KCK Disambut Upacara Adat Peusijuek

Jumat, 30 Agustus 2019
KASAD dan Ketua Umum Persit KCK Disambut Upacara Adat Peusijuek saat Kunjungan ke Aceh.

Berita11.com— Sebagai tamu agung, setelah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (Ketum Persit KCK)  Hetty Andika Perkasa  disambut upacara Adat Peusijuek yang dipimpin oleh Ketua Majelis Adat Aceh Drs H Saidan Nafi SH M.Hum.

Hal itu disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilis tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Dikatakan Kadispenad, setelah mengunjungi Kodam IX/Udy, kali ini KASAD dan rombongan berkunjung ke Aceh dalam rangka meninjau kondisi dan capaian satuan serta memberikan pengarahan kepada personel Kodam Iskandar Muda, yang dilaksanakan Kamis (29/8/2019) besok.

"Bersama Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana, saat tiba di Bandara (Sultan Iskandar Muda), KASAD diterima Pangdam IM Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh (Nova Iriansyah), Wali Nanggroe Aceh Darusallam (Teungku Malek Mahmud Al-Haythar) dan Kapolda Aceh (Irjen Pol Rio S. Djambak) dengan upacara adat Aceh Peusijuek,” ujar Chandra.

Dalam upacara tersebut, menurut Candra, selayaknya tamu agung, KASAD dan Ketum Persit KCK disambut Ketua Majelis Adat Aceh dalam prosesi yang megah.

“Awal kedatangan, sebagai bentuk penyambutan terhadap tamu agung, KASAD dan Ibu Hetty disambut dengan tarian Peumulia Jamee Ranup Lampuan. Kemudian setelah itu, dilanjutkan dengan upacara adat Aceh Peusijuek,” terang Candra.

Menurut Candra, upacara Peusijuek merupakan tradisi adat bagi masyarakat Aceh yang memiliki makna harapan mereka kepada Sang Tamu Agung akan memperoleh keberkahan dan keselamatan serta perlindungan dari Allah SWT.

“Dalam upacara (Peusijuek) yang memiliki arti membuat sesuatu menjadi sejuk atau dingin itu, terdapat lima prosesi Sipreuk Breuh Pade, Ie Seunenjuk, Bukukat, Temetuk dan pemasangan Pin Rencong dan Liontin Pintu Aceh yang menjadi ritual saat penyambutan tamu kehormatan masyarakat Aceh,” terang Candra.

Prosesi itu, lanjut Candra, diawali dengan menabur beras atau padi atau Sipreuk Breuh Pade yang melambangkan kemakmuran. Kemudian selanjutnya, memercikkan air penyejuk, Ie Seunejuk yang melambangkan kesejukan dan kedamaian, serta pemberian nasi ketan Bukukat yang melambangkan perekat jalinan silaturahmi.

“Sebelum pemasangan Pin Rencong dan Liontin Pintu Aceh yang merupakan proses terakhir, dilakukan pemberian amplop, Temetuk yang melambangkan kebahagiaan dan kesejahteraan,” tandasnya.

“Pin Rencong kepada KASAD, melambangkan laki-laki Aceh, kesatria perkasa, gagah dan pemberani, sedangkan pemberian Liontin Pintu Aceh oleh Hj. Rasyidah M Dallah kepada Ketua Umum Persit KCK yang menggambarkan wanita Aceh yang cantik dan selalu dekat di hati untuk semua orang,” pungkas Candra. [MR]