Kepala BNNK Bima: Masyarakat Boleh Tangkap Pengguna atau Pengedar Narkoba

Iklan Semua Halaman

.

Kepala BNNK Bima: Masyarakat Boleh Tangkap Pengguna atau Pengedar Narkoba

Senin, 26 Agustus 2019
Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho, SH.MH dan Kasubag umum BNNK Bima Fery Priyanto, S.Sos, MH. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Demi menyelamatkan generasi bangsa atau mencegah peredaran narkoba, masyarakat pada umumnya boleh melakukan penangkapan terhadap pengguna atau pengedar sekaligus bandar narkoba sebagai penanganan tahapan awal.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima, AKBP Hurri Nugroho, SH,MH didampingi Kasubag Umum BNNK Bima Fery Priyanto, S.Sos, MM saat bersilaturrahim dengan sejumlah wartawan yang tergabung dalam organisasi Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Dompu, Minggu (25/8) sore.

“Begitu melihat, kira-kira yang menggunakan pengedar narkoba, masyarakat melakukan penangkapan harus beramai-ramai lebih dari dua orang saksi baru secepatnya menghubungi pihak kepolisian terdekat,” kata Hurri di Sekretariat MOI di Jalan lele Kelurahan Bali Satu Kecamatan Dompu.

Menurut Hurri, BNN saja ketika mau melakukan penangkapan selalu mengajak aparat kepolisian agar terhindar dari fitnah, apalagi barang haram itu betuknya kecil dan spesifik, namun pada dasarnya, Hurri kembali menegaskan, semua orang boleh melakukan penangkapan termasuk masyarakat umum.
Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho, SH.MH saat memaparkan terkait narkoba di Sekretariat IMO Dompu. Foto RIS

“Polisi lah yang melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) atau penyidik BNN, karena itu berkaitan dengan barang bukti, yang sering dipermasalahkan adalah ketika tersangka membawa barang bukti, dia (tersangka, red) masuk ke toilet, bisa saja menghilangkang barang itu, apalagi tes urin kemungkinan sangat kecil untuk dinyatakan sebagai tersangka. Hal itulah yang perlu dihindari,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hurri juga menyampaikan tentang rencana pembentukan BNNK Dompu yang sebenarnya sudah ada dalam rencananya, termasuk dua BNNK lainnya yakni BNNK Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Barat (Lobar), hanya saja saat ini masih terkendala dengan moratorium Kementerian PAN-RB, Kementerian Keuangan dan BNN.

“BNNK Dompu ini sudah nilai fertiklesnya 93 termasuk BNNK Lotim dan Lobar dan itu sudah pantas untuk dibentuk karena moratoriumnya terhambat, mudah-mudahan segera terbentuk dan itu adalah bagian dari PR kami,” jelasnya. [RIS]