Money Changer tak Berizin Tiga Gili di Lombok Ditertibkan BI NTB dan Polda

Iklan Semua Halaman

.

Money Changer tak Berizin Tiga Gili di Lombok Ditertibkan BI NTB dan Polda

Selasa, 27 Agustus 2019
Petugas Sedang Mengecek Kelengkapan Money Changer di Gili yang Berada di Lombok, Selasa (27/8/2019).


Mataram, Berita11.com— Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat (BI NTB) bersama Polda NTB menertibkan money changer  (penukaran uang) tak berizin yang beroperasi di tiga area wisata meliputi Gili Terawangan, Gili Air dan Gili Meno, Selasa (27/8/2019).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Achris Sarwani menjelaskan, penertiban tersebut  dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB), Bank Indonesia selaku Lembaga Pengawas dan Pengatur (LPP) KUPVA BB atau dikenal dengan istilah “money changer”.

Dijelaskannya, tujuan penertiban untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat dan wisatawan yang melakukan penukaran UKA atau valas yang pada akhirnya akan mendukung kemajuan pariwisata di NTB. Sementara dari sisi industri, penertiban menunjukkan komitmen Bank Indonesia untuk mewujudkan iklim industri KUPVA BB yang sehat dan profesional.

Dikatakannya, pemilihan lokasi penertiban di tiga gili tersebut dilatarbelakangi tingginya minat wisatawan mancanegara ke wilayah tersebut yang pada gilirannya meningkatkan transaksi penukaran UKA (Uang Kertas Asing) dengan rupiah sebagai alat transaksi yang sah.

“Proses penertiban berlangsung dengan lancar dimana para pihak yang ditertibkan bersikap kooperatif. Dari hasil penertiban, diperoleh 9 penyelenggara KUPVA BB tidak berizin yang diberikan pembinaan serta sosialisasi terkait perizinan penyelenggara KUPVA BB,” katanya.
Di seluruh tempat usaha KUPVA BB tidak berizin yang ditertibkan, telah ditempelkan stiker penertiban sampai dengan yang bersangkutan mengajukan izin usaha KUPVA ke Bank Indonesia.

Achris mengisyaratkan, Bank Indonesia Provinsi NTB akan terus memonitor pemenuhan komitmen dari pihak-pihak tersebut dan akan diberikan panduan sebagaimana ketentuan yang berlaku terkait dengan proses perizinan. Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan bahwa pengurusan izin di Bank Indonesia gratis tanpa dipungut biaya apapun.

Bank Indonesia mengimbau seluruh masyarakat agar selalu menggunakan KUPVA yang telah memperoleh izin Bank Indonesia, serta menginformasikan ke kantor Bank Indonesia terdekat atau melalui call center BI 131, jika menemukan pihak-pihak yang diduga melakukan kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin, sedangkan kepada penyelenggara KUPVA BB berizin, diingatkan kembali agar tidak bekerjasama dan bertransaksi dengan 
money changer yang tidak berizin.

Bank Indonesia melalui upaya hukum bekerja sama dengan kepolisian, akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan dimaksud. [RD]