Perspektif HMI Mataram soal Kunker DPRD keluar Negeri di ujung Masa Tugas

Iklan Semua Halaman

.

Perspektif HMI Mataram soal Kunker DPRD keluar Negeri di ujung Masa Tugas

Sabtu, 03 Agustus 2019
Ketua HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan.


Mataram, Berita11.com— Puluhan anggota DPRD NTB periode 2014-2019 sedang menunggu izin dari Sekertaris Negara (Sesneg) setelah mengantungi izin dari Mendagri untuk melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di luar negeri, pertengahan Agustus 2019. Perjalanan dinas tersebut dianggap sebagai reward bagi legislator yang akan menutup masa jabatan pada September mendatang.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menyayangkan anggaran Rp4,5 miliar digunakan anggota legislatif mencari “hiburan” yng dikemas dalam bentuk perjalanan dinas ke luar negeri.  “Ada 50 anggota DPRD Provinsi ditambah satu Sekertaris Dewan akan menghabiskan anggaran miliaran rupiah, untuk perjalananan wisata,” kata Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/8/2019).

HMI Cabang Mataram berpandangn rencana Kunker legislator di sejumlah negara itu, berlebihan dan tidak memiliki oreantasi untuk peningkatan pembangunan NTB.

“Padahal NTB baru saja diuji musibah gempa bumi yang dahsyat. Banyak rakyat yang menderita kemiskinan, krisis air melanda ratusan desa. Kualitas pendidikan masih sangat terbelakang. Anggaran miliaran rupiah itu lebih baik digunakan untuk membantu masyarakat yang sekarang susah,” tandas Andi Kurniawan.

Kata Andi, sebagai wakil rakyat sepantasnya lebih cerdas dan bijak menggunakan APBD. Justru keberadaan DPRD sekarang dianggap sebagai mesin “penghisap” uang rakyat. Hihaknya juga meminta pimpinan DPRD agar mengurung niat keluar negeri.

“Kita berharap sekaligus meminta kepada pimpinan DPRD NTB, Baiq Isvi Rupaeda untuk membatalkan rencana “liburan” di luar negeri. Ini kan menghabiskan uang rakyat saja, apalagi NTB baru ditimpa musibah besar. Daripada keluar, ya fokus saja urus daerah ini,” ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram ini menilai rencana perjalanan dinas tersebut hanya untuk menghibur diri. “Alasan saja mereka tu untuk Kunker, padahal poinnya jalan-jalan untuk menghibur diri, lalu manfaatnya apa,” sorotnya.

Diketahui sejumlah negara yang akan menjadi  sasaran perjalanan dinas beberapa anggota DPRD NTB di antaranya, Turkey yang dipimpin TGH Mahali Fikri dan membawa 10 orang anggota, Swiss dan Italy 15 orang dipimpin Baiq Isvi Rupaeda, Australia 10 orang dipimpin H Busrah Hasan, Belanda 5 orang dipimpin H Ruslan Turmudji, Belgia 5 orang dipimpin Hadi Sulthon, dan Prancis lima orang dipimpin Nurdin Ranggaberani.

Secara terpisah Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) NTB juga menyoroti rencana kunker legislator keluar negeri dan meminta DPRD membatalkan rencana itu.

Adapun anggota legislatif Provinsi NTB belum menanggapi sorotan tersebut. [R]