PIP Masuk Sekolah, Ustadz Idi: Warga Binaan di Lapas Dompu Didominasi Kasus Narkoba

Iklan Semua Halaman

.

PIP Masuk Sekolah, Ustadz Idi: Warga Binaan di Lapas Dompu Didominasi Kasus Narkoba

Senin, 12 Agustus 2019
Ustadz Idi Ahmad, S.Pd,MM saat mendatangi SMAN 1 Woja, Jumat (9/8/2019) pagi.


Dompu, Berita11.com - Ustadz Idi Ahmad, S.Pd, MM melaksanakan program Penyuluhan Informasi Publik (PIP) di tiap-tiap sekolah, kali ini ustadz muda dan energik yang juga aktif dalam kepengurusan Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Dompu ini, pada Jumat (9/8/19) pekan lalu masuk di SMAN 1 Kecamatan Woja.  

Pada kesempatan itu, ustadz Idi menyampaikan bahwa peredaran barang haram tersebut baik di Dompu maupun di Bima sangat meningkat tajam. Hal itu terbukti banyaknya warga binaan di Lembaga Pemsyarakatan (Lapas) Dompu didominasi Kasus Narkoba. Ia menegaskan bahwa narkoba adalah barang yang berbahaya dan sangat masif beredar di penjuru Indonesia terutama Bima dan Dompu.

"Tidak terkecuali juga di daerah kita tercinta di Bumi Nggahi Rawi Pahu Kabupaten Dompu ini karena indikatornya banyak warga Dompu maupun Bima yang menjadi warga binaan di Lapas Kls IIb Dompu dengan kasus yang terbanyak adalah narkoba," ungkap Idi.

Ia menjelaskan bahawa di negara China  jenis sabu per gram harganya berkisar Rp. 25.000 saja Sedangkan di Indonesia bisa mencapai Rp1,5 juta. Akibatnya Indonesia menjadi pasar yang sangat menguntungkan bagi peredaran gelap barang haram yang merusak fisik dan mental generasi tersebut.

"Oleh sebab itu sebagai generasi penerus bangsa harus selalu waspada dalam memilih sesuatu yang terbaik untuk dijalani dan tidak memilih jalan yang merugikan masa depan diri, keluarga maupun Bangsa," pesannya.

Idi khawatirkan akan kehancuran masa depan bangsa ini dalam jangka waktu 10 - 15 tahun karena masifnya peredaran narkoba yang merusak fisik dan mental generasi penerus bangsa ini. Bila generasi penerus bangsa telah terjebak dalam jeratan iblis yang bernama narkoba, kata dia, maka kehancuran bangsa ini sudah berada di depan mata. 

"Maka dari itu jangan memandang narkoba sebagai alat pelengkap hidup tapi pandanglah narkoba sebagai musuh dalam hidup," saran dia.

Sebelumnya ustadz Idi Ahmad pada Minggu pertama mendatangi Sekolah adalah MTsN 1 Dompu kemuadian di Minggu kedua SMAN 1 Woja. Idi meminta waktu untuk penyuluhan tentang bahaya narkoba tersebut pada jam materi Imtaq setiap hari Jumat pagi pada pihak sekolah-sekolah.

Untuk diketahui, PIP berawal dari Penyuluh Non PNS di bawah naungan Kemenag Kab/Kota se Indonesia dengan latar belakang agama yang berbeda. Setelah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI maka berubah nama menjadi PIP dan PIP ini hanya 1 orang dalam 1 kabupaten/kota. [RIS]