PKC Bali Nusra Adakan Kegiatan PKL Angkatan Dua PMII di Dompu

Iklan Semua Halaman

.

PKC Bali Nusra Adakan Kegiatan PKL Angkatan Dua PMII di Dompu

Rabu, 28 Agustus 2019
Foto bersama pengurus PMII usai pembukaan acara PKL. Foto ist


Dompu, Berita11.com - Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Bali Nusra mengadakan kegiatan Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) Angkatan ke Dua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Gedung Samakai Kabupaten Dompu NTB, Selasa (27/08/2019) malam.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekjen Pengurus Besar (PB) PMII Sabolah Al Kalambi, Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PKC, Akhdiansyah alias Yongki, Mejelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Dompu, Arman SE, beserta anggota, Perwakilan Pemda Dompu, H Gaji Amansuri.

Kemudian pejabat perwakilan Kesbagpoldagri Provinsi NTB Norman Sujana. Senior dan Alumni PMII se NTB. Ketua Umum/Cabang PMII se NTB, ormas dan LSM termasuk anggota Cipayung se NTB/Dompu. Jumlah peserta keseluruhan 200 orang.

Kegiatan yang mengusung tema "Rekonsliasi organisasi menunu satu cita satu bangsa" itu rencananya akan dilanjutkan di gedung Sanggilo Kecamatan Woja dan kegiatan tersebut dilakukan selama lima hari dari mulai Selasa 27 sampai Sabtu 31 Agustus 2019.

Ketua PKC Bali Nusra Azis Muslim dalam sambutannya mengatakan, Selama ini tidak pernah ada kegiatan PKL di pulau Sumbawa, sehingga PMII PKC Bali Nusra memilih Kabupaten Dompu untuk melaksanakan PKL angkatan ke dua.

“PKL adalah kaderisasi formal yang dilakukan oleh pengurus PKC dan PMII harus mengendapan kualitas dari pada kuantitas ini yang harus dilakukan oleh kita semua sebagai kader dan anggota PMII,” katanya.

Sementara itu, Sekjen PB PMII, Sabolah Al Kalambi juga dalam sambutannya menerangkan, apa yang dirasakan kader PMII cabang Dompu, Bima dan Sumbawa, sudah dirasakan oleh kader-kader PMII se-Pulau Lombok, perjuangan sama, pahit dan manisnya telah dirasakan selama ini.
PKL saat di buka di Gedung Samakai Dompu. Foto ist
Menurut dia, kemajuan PMII secara nasional adalah kuantiti berjumlah 230 cabang se-Indonesia ada 18 cabang persiapan di Indonesia dan tiga cabang persiapan di luar negeri yakni Jerman, Maroko dan Taiwan. Dan itu menanadakan bahwa PMII adalah organisasi terbesar di Indoensia.

“Kaderiaasi atau PKL terus didorong oleh PB PMII agar melahirkan kader yang berkomitmen dan perjuangan, jumlah kita yang banyak ini kemudian diimbangi oleh perubahan secara kualitas, siklus organisasi adalah input, proses dan output,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, ada puluhan ribu organisasi di Indoneisa tapi tidak banyak yang bicara isu-isu terorisme, radikalisme, sosial keadilan dan sejenisnya, kata dia, PMII sejak lahir Tahun 1960
 konsen untuk mengangkat isu-isu tersebut.

“Negara hari ini mebutuhkan organisasi seperti PMII dan HMI untuk kembali ke kampus agar menangkal radikalisme mulai dari kampus. Jangan biarkan organisasi sayap kanan merusak generasi bangsa,” tandasnya.

“Agenda kaderisasi adalah komitmen organisasi, kalau tidak maka itu adalah tanda-tanda runtuhnya suatu organisasi,” sambungnya.

Kemudian sambutan ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Cabang Dompu, Arman SE, secara keorganisasian, dirinya mengucapkan terimakasih terhadap pengurus PKC PMII Bali Nusra yang sudah melaksanakan kegiatan PKL di Dompu, dan berharap bahwa kegiatan itu bukan yang pertama dan terakhir dilaksanakan di dompu. Tak lupa pula Arman menyapaikan ucapan terimakasih terhadap ketua Cabang PMII se-NTB karena menghadiri kegiatan itu.

“Saya berharap PMII Cabang Dompu untuk terus membumingkan materi Ahlu Sunnah Waljamaah (Aswaja) dalam kegiatan-kegiatan kaderirasi. Itu harus fokus karena kader PMII berpikir dan bertindak sesuai nilai-nilai aswaja,” harapnya.

Usai sambutan Arman, Sekjen IKA PMII NTB Akhdiansyah S.Hi juga dalam sambutannya membeberkan bahwa PMII sebagai lembaga kader dan lembaga pengontor sosial, Misi kebangsaan Visi kemanusia di situlah PMII berdiri, menurut dia, PMII tidak bisa terlepas dari perjuangan itu dan harus bisa melahirkan kader-kader yang baik dan pintar.

“PKL adalah laboratorium yang melahirkan calon pemimpin, orang-orang pintar. Setiap orang minimal mampu memimpin diri sendiri. Eksistensi kader-kader PMII siap dijadikan pemimpin dan PMII harus tetap semangat mencetak kader-kader calon pemimpin yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara,” motivasinya.

Selanjutnya sambutan perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu, Dr H. Gaziamansuri. Atas nama Pemerintah Daerah, ia memberikan apresiasi yang begitu luar biasa untuk PKC PMII Bali Nusra yang telah memilih Kabupaten Dompu untuk menjadi tempat pelaksanaan PKL dan ia berharap semoga bisa memberikan kontribusi dan informasi terhadap perkembangan atau pembangunan daerah.

“Pemda berharap kader PMII bisa memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan Daerah Kabupaten Dompu dan Pemda juga sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang penuh tanggungjawab dari PMII khususnya PMII Cabang Dompu,” ucapnya.

Sambutan diakhiri oleh perwakilan dari Kesbagpoldagri NTB yakni Norman Sujana sekaligus membuka secara resmi kegiatan PKL, dalam sambutannya, Norman Sujana juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, karena telah mengagendakan kegiatan itu ditengah-tengah permasalahan yang timbul khususnya di wilayah NTB.

Belakang ini, lanjut Norman, muncul keputusan presiden untuk memindahkan Ibu Kota Negara, pada kesempatan itu, pihaknya berharap semoga perpindahan ibu kota itu dapat memberikan aura positif terhadap bangsa dan negara, lebih-lebih kejadian yang belakangan ini terjadi di Papua.

Ia juga berharap, organisasi PMII salah satu organisasi penggerak, pengayom dan pemersatu dalam menjaga keutuhan NKRI terutama mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

“Saya berharap, apa yang menjadi program Pemprov NTB didukung dan menjadi program unggulan di NTB dan itu semua perlu dukungan oleh berbagai pihak, termasuk organisasi PMII,” harapnya. [RIS]