Polsek Madapangga Sosialisasi Pencegahan Karhutla, Warga yang Bakar Hutan Terancam Penjara 15 Tahun

Iklan Semua Halaman

.

Polsek Madapangga Sosialisasi Pencegahan Karhutla, Warga yang Bakar Hutan Terancam Penjara 15 Tahun

Rabu, 21 Agustus 2019
Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Polsek Madapangga di Kantor Desa Campa, Rabu (21/8/2019).

  
Bima, Berita11.com— Kepolisian Sektor (Polsek) Madapangga melaksanakan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (21/8/2019). Kegiatan yang dilaksanakan kantor Desa Campa Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima diikuti tokoh masyarakat desa setempat.

Kapolres Bima AKBP Bagus Satrio Wibowo S.I.K melalui Kasubag Humas Polres Bima, IPTU Hanafi menjelaskan, sejumlah poin yang disampaikan dan dirumuskan dalam kegiatan sosialisasi tersebut di antaranya, bahwa pada umumnya saat ini di Kabupaten Bima telah memasuki musim kemarau.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut dalam rangka mencegah dan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akibat pembabatan, pembakaran hutan dan lahan yang berpengaruh terhadap keamanan lingkungan, kesehatan maupun pemicu dampak bencana alam.

Pemerintah desa beserta lembaga yang ada di desa diharapkan mensosialisasikan dan memberikan penekanan kepada masyarakatnya perorangan maupun kelompok agar tidak melakukan pembabatan, pembakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing. Jika terdapat potensi, pemerintah  diharapkan agar melaksanakan pencegahan bersama warganya.

“Apabila terdapat masyarakat baik perorangan maupun kelompok terbukti secara hukum melakukan pembabatan dan pembakaran hutan dan lahan akan dikenakan pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan sanksi kurungan 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar,” tandas IPTU Hanafi mengutip penyampaian Kapolsek Madapangga IPDA Rusdin.

Sekira 11.40 Wita, Kapolsek Madapangga beserta anggotan melaksanakan patroli sekaligus mengecek di beberapa hutan dan lahan di sekitar Desa Campa dan Desa Woro guna mengantisipasi terjadinya kebakaran (Karhutla).

Usai Mengedukasi Masyarakat Tentang Dampak Karhutla dan Konsekuensi serta Upaya Penanganan Bersama, Kapolsek Madapangga dan Anggota Berupaya Memadamkan Api yang Membakar Lahan Perbukitan di Madapangga.

Kemudian pada pukul 12.00 Wita, di So Larangga, Watasan Desa Campa Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima ditemukan adanya titik api (Karhutla) yang terpantau dari jalan raya dengan jarak pandang lebih kurang 100 meter, sehingga anggota kepolisian langsung menuju titik api guna melakukan pemadaman.

“Sesampainya di lokasi titik api terlihat api yang terbakar yaitu daun jati kering, rumput dan semak belukar diduga memang sengaja dibakar oleh pemilik lahan karena kebiasaan warga bertujuan membersihkan lahannya dengan cara tersebut,” ujar IPTU Hanafi.

Setelah itu, Kapolsek Madapangga beserta anggota langsung memadamkan api dengan peralatan seadanya, sehingga sekira pukul 12.30 Wita, api berhasil dipadamkan. Rangkaian kegiatan Polsek Madapangga berakhir sekira pukul 13.00 Wita. [MR]