Posko Keli KKN Terpadu STKIP Tamsis Baksos Bareng Saka Wira Kartika Kodim Bima dan Babinsa

Iklan Semua Halaman

.

Posko Keli KKN Terpadu STKIP Tamsis Baksos Bareng Saka Wira Kartika Kodim Bima dan Babinsa

Minggu, 04 Agustus 2019
Suasana Baksos  Posko Keli, Mahasiswa Peserta PPL KKN Terpadu Angkatan IV STKIP Taman Siswa Bima Bersama Anggota Saka Wira Kartika Kodim 1608/ Bima, Babinsa Keli dan Warga Desa Keli di Cagar Budaya Temba Ndori, Minggu (4/8/2019).


Bima, Berita11.com— Mahasisa peserta PPL KKN Terpadu Angkatan IV STKIP Taman Siswa Bima melaksanakan bhakti sosial (Baksos) bersama siswa SMA Kae yang tergabung dalam Saka Wira Kartika Kodim 1608/ Bima binaan Sertu Agus Budi membersihkan cagar budaya Temba Ndori Desa Keli Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Minggu (4/8/2019).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko Keli, Anhar M.Pd mengatakan, kegiatan Baksos juga diikuti warga Desa Keli Kecamatan Woha dan Babinsa Keli.

“Inisiatif yang cukup luar biasa dari mahasiswa PPL KKN Tamsis Posko Keli yang telah bersinergi dengan adik-adik SMA Kae (Saka Wira Kartika Kodim 1608, red). Kemudian berusaha untuk mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan salah satu situs yang cukup luar biasa yaitu Temba Ndori,” ujar Anhar melalui pesan WhatsApp.

Dikatakannya, Temba Ndori Desa Keli merupakan warisan budaya yang harus dijaga. Kegiatan Baksos bersama merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Cagar Temba Ndori merupakan situs sejarah yang di areanya terdapat sejumlah goa dan sumur.

“Di Desa Keli terdapat situs sejarah antara lain Gua Titaki, Gua Parewa dan sumur sejarah yang merupakan peninggalan Kesultanan Bima saat itu. Kemudian diberi nama Temba Ndori,” tutur Anhar.

Sementara ketua Posko Keli, Buhari mengaku bersemangat ketika melaksanakan kegiatan Baksos. Bagaimana tidak, lanjutnya, kegiatan tersebut diapresiasi oleh warga dan siswa.

“Babinsa yang bertugas di Desa Keli juga hadir. Masyarakat sangat antusias membersihkan tempat yang diyakini masih keramat itu,” katanya.

Ditambahkan Buhari, dirinya berharap ada tindaklanjut dari Baksos tersebut sebagai upaya untuk menjadikannya situs itu sebagai tempat wisata budaya. Karena kondisi bersih dan terpublikasinya Temba Ndori akan mampu meningkatkan perekomian masyarakat.

“Desa juga pada akhirnya akan memiliki pendapatan asli desa. Temba Ndori ini punya nilai sejarah dan budaya yang memiliki nilai jual untuk destinasi wisata,” tutupnya. [RD]