Proyek Dermaga Oi Panihi Rp1,7 M dan Pengadaan Kapal Muatan Rp1 Miliar Mulai Dilaksanakan

Iklan Semua Halaman

.

Proyek Dermaga Oi Panihi Rp1,7 M dan Pengadaan Kapal Muatan Rp1 Miliar Mulai Dilaksanakan

Kamis, 01 Agustus 2019
Ilustrasi.

Bima, Berita11.com— Proyek pembangunan Dermaga Oi Panihi KTM Tambora Rp1.729.475.000, pengadaan kapal muatan Rp1.000.000.000 dan pembangunan tambatan perahu di Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Rp669.425.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi tahun 2019 Kementerian PDT mulai dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bima.

Kepala Dishub Kabupaten Bima, Drs Syafruddin menyebutkan, ketiga item proyek tersebut dilaksanakan kontraktor lokal dengan masa kontrak 150 hari. Proyek tersebut diharapkan tuntas pada awal November 2019

“Diharapkan awal November sudah selesai, karena kita terikat dengan pemerintah pusat yang uang.  Paling telat 10 Desember. Kita sudah konsultasi dengan TP4D (Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah Kejari Bima) pekan lalu. Ada petunjuk RKS, kita upayakan lebih baik karena tahun depan anggaran dua kali lipat. Ini dalam rangka mendukung program tol laut Presiden Jokowi, ini bergantung usaha dan inisiatif daerah,” ujarnya di Dishub Kabupaten Bima, Rabu (31/7/2019).

Syafruddin memastikan, setelah proses ULP rampung, pihaknya langsung bergerak menyelesaikan proses administrasi termasuk kontrak dengan pelaksana. Pihaknya juga memastikan pembangunan dermaga yang bersumber dari DAK tersebut tidak akan mangkrak sebagaimana nasib pembangunan dermaga Waduruka Kecamatan Langgudu yang bersumber dari anggaran bencana alam Provinsi NTB.

“Kita sejak awal terkait bahan sudah ada semua RKS. Bahkan alat pancang kita datangkan dari Jawa.  Pagi kita undang kontraktor untuk memberikan penekanan tahap tahap penyelesaian, mungkin Kabid dan PPK akan berangkat ke Jakarta mendapatkan sertifikat kayu yang digunakan, karena tidak ada kayu lagi di Bima yang layak, kecuali kayu ulir,” ujarnya.

Pada tahun 2020 mendatang, Dishub Kabupaten Bima menargetkan memperoleh aliran dan program dari pemerintah pusat yang bersumber dari DAK afirmasi Kementerian PDT dan DAK reguler Kementerian Perhubungan RI.

“Kalau tahun depan bentuk DAK bidang transmigrasi dari Kementerian PDT dan DAK reguler dari Kemenhub. Kita sudah rapat di provinsi untuk memperkuat usulan,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya pemerintah pusat juga merespon kebutuhan alat pengujian kendaraan dengan menyiapkan anggaran Rp4,5 miliar pada tahun 2019 ini. Hanya saja, Kabupaten Bima terkendala belum tersedianya Balai Pengujian Kendaraan.

“Tapi saya membuat surat pernyataan sanggup mewujudkan pada anggaran perubahan tahun ini. Sudah ada tanah di Panda tapi ada kendala lain lagi,” ujarnya.

Pada tahun 2019, Dishub Kabupaten Bima juga menyiapkan pengadaan alat angkutan laut di bawah 7 gross tonase (GT), selain yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat.
Sejumlah proyek tahun 2019 di Dishub Kabupaten Bima yaitu pembangunan Dermaga Oi Panihi KTM Tambora Rp1.729.475.000, pengadaan kapal muatan Rp1.000.000.000, pembangunan tambatan perahu Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Rp669.425.000.
Selain proyek yang bersumber dari DAK tahun 2019 tersebut, kegiatan proyek lain yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019 yaitu rehab tambatan perahu Nanga Pambu Sape Rp200 juta, pembangunan tempat pembuatan barang di Dermaga Sangiang Rp100 juta.

Selain itu,  pengadaan guad drill di Desa Oo Kecamatan Donggo, Rp200 juta dan pengadaan guad drill di tanjakan Punti Kecamatan Soromandi, Rp200 jura. Pengadaan lampu traffic light warning di depan Puskesmas Sape, Rp100 juta, pengadaan lampu traffic light warning di depan rumah sakit Sondosia, Rp100 juta, rehab UPT Teriminal Wera Rp175 juta dan belanja pengadaan rambu rambu lalu lintas Rp100 juta. [US]