PT AWB Diduga Bohongi dan Merusak Mata Air Warga, KMPKP Unras BKPH Tambora

Iklan Semua Halaman

.

PT AWB Diduga Bohongi dan Merusak Mata Air Warga, KMPKP Unras BKPH Tambora

Kamis, 01 Agustus 2019
Massa aksi dari KMPK saat berorasi di depan kantor BKPH Tambora. foto ist


Dompu, Berita11.com - Massa aksi dari Kelompok Masyarakat Peduli Kecamatan Pekat (KMPKP) merasa terus menerus dibohongi oleh PT Agro Wahana Bumi (AWB) lebih khusus warga Desa Doropeti dan Desa Pekat, meskipun sudah beberapa kali menyampaikan tuntutan mereka, baik dengan cara diskusi maupun dengan cara demonstrasi namun pihak PT AWB hingga saat ini belum ada kejelasan.

Bukan hanya itu menurut massa aksi bahwa, PT AWB diduga telah melakukan pengerusakan keseimbangan ekosistem mereka dan telah menghancurkan kawasan hutan sumber mata air sehingga debid air yang mengalir khususnya warga Desa Nangakara mengalami mulai kekeringan.

Atas perihal tersebut, massa yang dikoordinir oleh Ahmad alias Amin Rais KMPKP Kabupaten Dompu NTB ini menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di Kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tambora pada Kamis (1/8/2019) siang.

Massa mendesak Kepala BKPH Tambora Burhan, SP.MM, untuk memanggil pihak PT AWB untuk dilakukan mediasi dan pada saat itu massa mempertanyakan pihak BKPH, mengapa mereka selaku masyarakat tidak diberikan hak yang sama dengan PT AWB. Massa juga meminta agar diberikan hak yang sama dengan PT. AWB maupun PT. SMS untuk mengolah hutan atau tanah milik negara.

Menurut salah satu orator dari LSM GNRI Asmah, SE, PT AWB tidak pernah taat terhadap hukum, karena itu mereka menolak adanya PT AWB di Kecamatan Pekat dan mengisyaratkan bahwa pada bulan September mendatang bakal melakukan pergerakan aksi demonstrasi besar-besaran.
 
“Kami telah merencanakan pada bulan September nanti, akan melakukan aksi di PT. AWB dengan melibatkan masyarakat 12 Desa di Kecamatan Pekat,” isaratnya.

Usai melakukan orasi secara bergantian, sejumlah massa aksi diterima oleh Kepala BKPH Tambora guna melakukan dialog di ruang rapat BKPH setempat.

Pada kesempatan itu, turut hadir Danramil 1614-05 Pekat diwakili Sertu Ilham (PLH), Kapolsek Pekat diwakili IPDA Lalu Muhammad Iksan, kemudian anggota Pos TNI AL Calabai Sertu Ilyas.

Sementara dari perwakilan massa aksi antara lain Korlap aksi Ahmad alias Amin Rais, Asmah, SE dari LSM GNRI, kemudian tokoh masyarakat Desa Pekat diwakili Sadam, dan dua orang perwakilan dari tokoh masyarakat Desa Doropeti yakni M. Ali M. Nor, S.Pd dan H. Dilan.

Dalam dialognya, Burhan berjanji bakal menindaklanjuti atas tuntutan massa aksi serta menyampaikan tuntutan tersebut ke pihak yang lebih tinggi selaku pengambil kebijakan.

“Apa yang menjadi tuntutann dari bapak dan ibu akan kami sampaikan kepada pimpinan serta akan kami koordinasikan juga dengan Muspika Pekat untuk menindak lanjuti tuntutan ini,” janjinya.

Usai berdialog, beberapa orang perwakilan massa dari KMKP menandatangi petisi yang telah dibuat oleh pihak BKPH untuk kirim ke pemerintah pusat.

Sebelumnya, massa aksi mulai bergerak dari titik kumpul di Desa Doropeti menuju kantor BKPH Tambora menggunakan satu unit mobil Pick Up lengkap dengan sound sistym. [RIS]