PT CIMB Niaga Auto Finance Laporkan Dua Warga Termasuk Anggota Legislatif terkait Dugaan Penggelapan

Iklan Semua Halaman

.

PT CIMB Niaga Auto Finance Laporkan Dua Warga Termasuk Anggota Legislatif terkait Dugaan Penggelapan

Senin, 05 Agustus 2019
Arifin SH. Foto MR Berita11.com.

Bima, Berita11.com— PT CIMB Niaga Auto Finance melalui kuasa hukumnya Arifin SH melaporkan kasus dugaan penggelapan satu unit kendaraan roda empat merek Toyota Avanza oleh dua warga, termasuk di antaranya anggota legislatif asal Kecamatan Soromandi kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Bima, Senin (5/8/2019).

Arifin SH mengungkapkan dua orang yang dilaporkan terkait kasus penggelapan tersebut yaitu MS (nama diinisialkan), warga RT 003/003 Desa Truko Kangkung Kecamatan Kendal Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah dan R (inisial) warga Desa Sai Kecamatan Soromandi.

Arifin mengungkapkan, tempat kejadian awal kasus penggelapan tersebut di Semarang Jawa Tengah pada Oktober 2018 lalu. Awalnya terlapor melakukan kredit mobil Toyota Avanza warna putih H 9475 EM,  nomor rangka MHKM1BA3JEJ089168, nomor mesin ME56674 pada PT CIMB Niaga Auto Finance alamat Ruko Metro Plaza Blok C10  Jalan MT. Haryono 970.

“Sehingga sampai saat ini unit kredit tersebut tidak dilunasi oleh terlapor dan saat dilakukan pencarian oleh pelapor bahwa unit kendaraan tersebut ditemukan di tangan Sdr R (diinisialkan). Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp243.660.000 dan melaporkan kejadian ini  Polres Bima untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Menurut Arifin pihaknya sudah mengantungi dan menyerahkan nama dua saksi yang mengetahui peristiwa tersebut yaitu IS (32 tahun) warga Desa O’o Kecamatan Donggo dan ML (30 tahun) warga Desa Rasabou Kecamatan Bolo.

“Sehubungan dengan adanya kejadian tersebut, saya mohon kepada Kapolres Bima Cq. Kasat Reskrim untuk melakukan penyelidikan, penyidikan terhadap kasus penggelapan ini,” katanya di Mapolres Bima, Senin (5/8/2019).

Dikatakannya, pada pekan lalu pihaknya telah mendapat informasi dari pihak kepolisan bahwa R selaku pemegang unit sudah ada itikad baik menyerahkan atau mentitipkan unit tersebut ke Polres, namun hingga kini pemegang unit tersebut belum menyerahkan unit tersebut.

“Langkah selanjutnya  ini kewenangan pihak kepolisian karena permasahalan ini kami sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Saharusnya pihak polisi setelah kita laporkan penggelapannya seharusnya dilakukan  penangkapan terhadap si pemegang unit,” katanya.

Kanit Pidum Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bima IPDA Asri Putra Bahari.S.Trk belum bisa memberikan keterangan berkaitan kasus tersebut karena masih melaksanakan penyelidikan dan penyidikan.

Adapun R maupun MS belum berhasil dimintai tanggapan atas statusnya sebagai terlapor dalam kasus tersebut. [MR]