Putrinya jadi Korban Pelemparan Batu Hingga Luka Bocor di Kepala, Sang Ayah Lapor Polisi

Iklan Semua Halaman

.

Putrinya jadi Korban Pelemparan Batu Hingga Luka Bocor di Kepala, Sang Ayah Lapor Polisi

Jumat, 02 Agustus 2019
Ilustrasi

Dompu, Berita11.com - Orangtua mana yang tak sakit hati ketika melihat anaknya yang terluka. Hal itulah yang dirasakan sang ayah Agus Marsudin pemilik media cetak Suara Dompu yang mana putrinya Rafni Mawaidah menjadi korban penganiayaan pelemparan batu oleh orang tak dikenal hingga mengalami luka bocor yang cukup serius di bagian kepala sebelah kiri dan mendapatkan delapan jahitan dari tim medis Puskesmas Dompu Barat.

Peristiwa itu terjadi usai Final pertandingan antara tim putra dari Bakajaya berhadapan dengan tim putra BPN Kandai Dua dalam kejuaraan Volly Ball memperebutkan piala Kapolres Cup di lapangan Baka Sakti di Desa Bakajaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu pada Rabu malam (31/7/2019) kemarin.

Kejuaraan yang digelar Mapolres Dompu dalam rangka HUT Bhayangkara yang ke 73 tahun 2019 itu, bukan hanya mengisahkan luka bocor di bagian kepala dialami Rafni Mawaida, namun sebuah Handphone (HP) merek OPPO A35 seharga Rp1.750, 000 setelah terkena batu, Rafni Mawaida jatuh terkapar dan tidak sadarkan diri. Sejak saat itu hingga sekarang HP tersebut tidak tahu keberadaannya.

Akibat peristiwa yang dialami putrinya, sang ayah Agus Marsudin melaporkan ke pihak kepolisian dengan teregistrasi Laporan Polisi Nomor LP/124/VIII/2019/NTB/Resor Dompu/polsek Woja. Tertanggal 01agustus 2019 tindak pidana penganiayaan dengan cara melempar batu, sesuai dalam pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Saya berkeinginan bagaimana upaya pihak panitia untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang dialami anak saya, dan disaat anak saya jatu dengan bersimbah darah akibat kena lemparan batu pihak panitia tidak ada upaya membantu dan bertanggungjawab,” sedihnya.

Ironinya, Agus menjelaskan, pasca peristiwa yang menimpa anaknya, sejumlah panitia penyelenggara hingga saat ini belum ada satupun yang datang dan melihat kondisi anaknya agar dilakukan koordinasi dengan cara baik-baik.

“Kalau panitia pelaksana punya tanggung jawab, harusnya mereka cari tahu sudah sejauh mana perkemban kondisi korban sebagai bentuk tanggung jawab mereka, tetapi mereka(panitia, red) tidak ada sama sekali,” Kesalnya.

Menurut ayah Rafni Mawaidah yang juga telah puluhan tahun mengeluti profesi dunia jurnalistik ini, Sebagai orangtua pihaknya sangat menyayangkan atas apa yang telah terjadi pada anaknya dan ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bakal dituntaskan melalui proses hukum.

“Sangat kecewa terhadap panitia pelaksana pertandingan volly ball, Kapolres cup karena telah lalai dalam pengamanan dan tidak mau bertanggung jawab atas penderitaan anak saya. Dan saya akan menuntut anggota panitianya terutama ketua panitia sampai kemeja hijau,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Woja Polres Dompu IPDA Rusdi, SH melalui penyidik pembantu Brigadir Heriyadi usai memberikan Berita Acara Pelaporan (BAP) saat duduk di depan Mapolsek Woja, Kami malam (1/8) membenarkan atas laporan tersebut.

“Benar, Laporannya sudah kami terima, kalau SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) nanti kami akan mengeluarkan setelah mengetahui perkembangan kasus ini dan itu memang merupakan hak bagi pelapor,” ugkapnya. [RIS]