Satgas Karhutla Polres Bima Terbentuk, Penanganan akan Dilaksanakan Terpadu

Iklan Semua Halaman

.

Satgas Karhutla Polres Bima Terbentuk, Penanganan akan Dilaksanakan Terpadu

Rabu, 21 Agustus 2019
Suasana Rapat Lintas Sektoral Membahas Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla yang Digelar di Ruang Tambora Polres Bima, Rabu (21/8/2019).


Bima, Berita11.com Satuan Tugas yang menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Polres Bima telah terbentuk. Penanganan akan dilaksanakan terpadu melibatkan banyak pihak termasuk hingga tingkat kecamatan dan desa.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat lintas sektoral dengan instansi terkait membahas upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Bima yang berlangsung di ruang Tambora Polres Bima, Rabu (21/8/2019) pagi.

Rapat yang dipimpin Kapolres Bima  AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K diikuti sejumlah pihak seperti para Kapolsek, Kasubsektor, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, para Kepala Seksi Trantib Kecamatan, BMKG Bima, para koordinator KPH, perwakilan Satuan Pol PP Kabupaten Bima, BPBD, Basarnas para camat seperti Camat Tambora dan Camat Soromandi serta Camat Sanggar.

Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo S.I.K menjelaskan, tujuan pihaknya mengundang para peserta rapat lintas sektoral adalah membahas tentang atensi Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo tentang kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia khususnya wilayah Kabupaten Bima.

“Perlu kami sampaikan melalui perpanjangan Kapolri melalui rapat di Istana Negara bahwa kebakaran lahan dan hutan ini menjadi perhatian khusus dan atensi presiden, sehingga TNI dan POLRI diberikan tanggung jawab untuk menanggulangi kejadian tersebut,” jelas Kapolres dikutip Kasubag Humas Polres Bima, IPTU Hanafi.

Dikatakan Bagus, Polres Bima telah membentuk Tim Satuan Tugas Internal yang dinamai  Satgas Karhutla.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bima Kompol Jamaluddin S.Sos menjelaskan berkaitan penanganan Karhutla, pihaknya telah diperintah dari POLDA NTB untuk membentuk Satgas Karhutla.

Disebutkannya,  Karhutla  di wilkum Polres Bima di antaranya kecamatan yang tergolong sering  yaitu Kecamatan Tambora, Sanggar, Donggo, Soromandi, Monta, dan Parado,  sedangkan kecamatan yang dianggap tidak terlalu sering terjadi Karhutla yaitu Kecamatan Belo, Woha, Palibelo, dan Madapangga.

“Adapun teknik dalam pelaksanaan tim Satgas Karhutla yaitu dengan melibatkan sebagian tim yang terbentuk atau seluruhnya tergantung dengan keadaan Karhutla yang terjadi. Kami sangat mengharapkan adanya instansi yang ingin bergabung dalam tim Satgas Karhutla,” ungkapnya.


Kepala BMKG Bima, Satria Topan Primadi, S.Si mengatakan,  musim kemarau khusus di wilayah Kabupaten Bima mulai Juli hingga Oktober mendatang. Pada Agustus hingga Oktober diperkirakan belum terdapat tanda-tanda titik hujan.

“Bulan ini juga itensitas suhu panas meningkat sehingga akan menyebabkan daun, ranting dan tanaman akan cepat kering yang dapat memudahkan terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Selain Kepala BMKG, sejumlah perwakilan instansi memberikan input pada kegiatan rapat koordinasi lintas sektor tersebut seperti permintaan kepada Polres Bima agar dilaksanakan operasi gabungan dan terpadu dengan tujuan memberikan efek jera terhadap masyarakat. selain itu, meminta agar diterapkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla.

Kebakaran hutan berawal dari aktifitas pembakaran lahan sehingga merembet terjadinya kebakaran hutan, sementara aturan terkait tentang perambahan hutan sudah sangat jelas dan tidak ada celah bagi warga untuk membuka lahan baru.

Camat Sanggar  Ahmad SH mengatakan,  pihaknya sangat mendukung adanya Satgas Karhutla dan  berharap   instansi lain juga dilibatkan. Penindakan dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera.

“Berdasarkan data dari UPT Pertanian dan Perkebunan dan KPH bahwa pembukaan lahan penanaman jagung sudah mencapai 1.700 hektar dan lahan tersebut dibuka oleh masyarakat dari hutan yang ada di Kecamatan Sanggar,” ujarnya.

Diungkapkannya, semenjak adanya penanaman jagung, setiap tahun wilayah Kecamatan Sanggar selalu dilanda banjir dan pipa PDAM rusak. Selain itu, pada musim kemarau masyarakat merasakan dampak kekeringan. Karena setiap titik mata air berkurang.

“Kami berharap agar dalam upaya pencegahan jangan hanya sekadar saja, namun yang sangat diperlukan adalah penindakan yang benar-benar dilakukan terhadap pelaku pembakaran karena selama ini hanya asumsi kebakaran disebabkan putung rokok, warga pencari madu dan pembukaan lahan,” katanya.

Input yang sama juga disampaikan Camat Tambora, Camat Parado, Camat Donggo dan Camat Monta.

Berdasarkan hasil penyampaian sejumlah instansi tersebut, Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo S.I.K menyampaikan poin-poin kesimpulan.

Pihaknya mengajak seluruh peserta rapat agar berperan aktif dalam melakukan penaggulangan Karhutla dengan menggunakan peralatan yang telah dimiliki serta meningkatkan kegiatan koordinasi dengan instansi yang ada.

Selain itu, Kapolres mengharapkan para camat yang hadir bersama instansi yang ada di kecamatan membentuk tim dalam menanggulangi Karhutla. “Meningkatkan kegiatan imbauan kepada masyarakat serta pengawasan secara langsung,” katanya.

Kapolres juga meminta para camat  membuat peralatan sederhana untuk memadamkan api apabila tetjadi Karhutla. Melaksanakan pencegahan dan penanggulangan Karhutla dengan tulus dan Ikhlas karena menjadi atensi langsung dari Presiden RI.

“Setelah hasil pertemuan ini kita akan membuat surat yang ditujukan kepada Bupati Bima yang akan menjadi dasar kita dalam bertindak nanti,” katanya.

Para camat yang wilayahnya terdapat perusahaan pengelola lahan hak guna usaha diharapkan agar menyampaikan pemahaman dan imbauan.

Dalam waktu tak lama lagi, Polres Bima akan melaksanakan apel gelar pasukan sebagai bentuk tindaklanjut dari kegiatan pertemuan yang dilaksanakan tersebut. [MR]