Sekolah tidak boleh Menjadi Sumber Kekerasan Fisik dan Bully!

Iklan Semua Halaman

.

Sekolah tidak boleh Menjadi Sumber Kekerasan Fisik dan Bully!

Rabu, 07 Agustus 2019
Penyerahan Cindera Mata oleh Tim Terpadu. 


Bima, Berita11.com— Sekolah tidak boleh menjadi tempat kekesan fisik maupun verbal (bully) oleh murid maupun guru. Hal tersebut sesuai konvensi hak anak yang terdiri 10 hak.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bima Hj Siti Romlah S.Sos saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi Konvensi Hak Anak, Narkoba, Makanan dan Obat-obatan di hadapan 129 siswa SMPN 1 Ngali Kecamatan Belo, Selasa (6/8/2019).

“Sekolah tidak boleh menjadi tempat munculnya kekerasan fisik maupun verbal (bully) baik yang dilakukan oleh murid maupun guru,” tandasnya.

Sosialisasi Konvensi Hak Anak, Narkoba, Makanan dan Obat-obatan di hadapan 129 siswa SMPN 1 Ngali Kecamatan Belo merupakan kegiatan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima bekerja sama dengan DP3AP2KB Kabupaten Bima, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bima dan sejumlah instansi berakitan seperti  Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima.  

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd yang juga hadir pada kegiatan tersebut mengatakan kegiatan sasaran sosialisasi terpadu lintas sektor di Kecamatan Belo sengaja dilaksanakan karena mengingat wilayah setempat memiliki tingkat kasus kekerasan terhadap anak yang tergolong tinggi.

Dikatakannya, tim terpadu tersebut sudah turun ke sejumlah kecamatan dalam dua putaran melaksanakan edukasi terhadap generasi muda dan masyarakat berkaitan perlindungan anak dan bahaya penyalahgunaan obat-obatan.

“Kita sudah melaksanakan sosialisasi melaksanakan di SMP 3 Woha, Desa Nisa kecamatan Woha, Desa Sangiang  Wera, Desa Woro  Madapangga dan Selasa tim menggelar sosialisasi di SMPN 1 di  Ngali Belo,” jelas Ketua TP PKK Kabupaten Bima yang juga seorang pendidik, seperti dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin M.Si.

Narasumber lainnya dari BNN Kabupaten Bima Arif Munandar, S.Kep.,Ns memaparkan topik generasi emas tanpa Narkoba.

Arif memaparkan tentang pentingnya ketahanan diri para pelajar untuk secara tegas menolak Narkoba. “Dengan ketahanan diri dan keluarga, generasi muda perlu menjaga pergaulan, stop Narkoba,” ajaknya. .

Narasumber dari Balai POM, Yogi Baso Mataram S.Si.Apt  mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan produk obat dan makanan dengan cara melakukan cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kedaluarsa untuk memastikan produk aman dikonsumsi. [AN]