Sembako di Kabupaten Bima Naik jelang Kurban, Bagaimana Indeks Harga Grosir?

Iklan Semua Halaman

.

Sembako di Kabupaten Bima Naik jelang Kurban, Bagaimana Indeks Harga Grosir?

Sabtu, 03 Agustus 2019
Aktivitas Pedagang Sayur di Pasar Tradisional Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Foto US Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Harga sembilan bahan pokok (Sembako) sejumlah barang penting dan strategis di Kabupaten Bima terus naik dua pekan terakhir terutama menjelang Idul Adha 1440 Hijriah. Sejumlah barang kebutuhan pokok yang naik seperti daging sapi, ayam, cabai dan bawang merah.

Kepala Seksi Kemitraan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima, Nursuhaini mengatakan, kenaikan harga barang dipicu persediaanya yang terbatas dan kenaikan di tingkat produsen.

“Pemicunya permintaan tinggi sementara persediaan di pasar terbatas sehingga memicu harga barang naik. Contohnya harga daging naik menjelang Idul Adha sampai 120 ribu per kilgoram. Bahkan saat Idul Fitri sampai Rp140 ribu per kilogram. Demikian juga harga cabai karena dari lokasi asalnya juga terbatas,” kata Nursuhaini di Disperindag, Jumat lalu.

Ia menjelaskan, kenaikan harga Sembako, barang strategis dan komoditi ekspor tidak dipengaruhi jalur distribusi yang terhambat kondisi cuaca. Namun karena berkurangnya persediaan dari tingkat produsen.

“Kalau untuk mengatur kita tidak bisa kecuali untuk harga yang sudah memiliki standar seperti minyak tanah yang memiliki HET. Karena semua kembali pada mekanisme pasar,” katanya.

Pihaknya juga tidak bisa mengatur tentang pembatasan pengiriman sapi keluar daerah, sebagaimana diketahui ribuan hingga belasan ribu sapi di Bima dikirim keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan daging selama Idul Adha di wilayah Jabodetabek.

Adapun perkembangan harga Sembako, barang penting strategis dan komoditi ekspor per Jumat 2 Agustus 2019 sesuai hasil survei pasar terbaru yang dilaksankan Disperindag Kabupten Bima, tercatat beberapa barang yang mengalami kenaikan di antaranya harga daging sapi naik sebulan terakhir dari Rp110 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram. Kebutuhan pokok lainnya yang mengalami kenaikan harga daging ayam ras naik dari Rp32.000/ kg menjadi Rp50 ribu.

Harga kacang tanah naik dari 23 ribu menjadi Rp25 ribu/ kg, harga bawang putih naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu/ kg. Harga cabai besar naik menjadi Rp80 ribu dibandingkan dua pekan lalu Rp60 ribu, harga cabai keriting naik menjadi Rp80 ribu dibandingkan dua pekan lalu Rp75 ribu. Harga ikan asin naik menjadi Rp110 ribu dibandingkan dua pekan lalu Rp100 ribu. Harga kemiri naik menjadi Rp60 ribu dibandingkan dua pekan lalu Rp50 ribu. Harga telur ayam kampung naik Rp1.000 dari sebelumnya Rp4.000/ butir.

Sementara itu, harga semen merek Tonasa 50 kilogram kembali turun menjadi Rp62 ribu dari sebelumnya Rp64 ribu, semen Tiga Roda 50 kg turun menjadi Rp63 dari sebelumnya Rp65 ribu/zak. Demikian halnya barang strategis lainnya besi ukuran 19x12 MM turun menjadi Rp165 ribu dibandingkan dua pekan sebelumnya sempat mencapai Rp290 ribu per batang.

Berbeda dengan ukuran besi tersebut, barang strategis besi ukuran 10x12 MM naik menjadi Rp85 ribu/ batang dibandingkan dua pekan sebelumnya Rp78 ribu/ batang. Adapun barang kebutuhan lainnya seperti gula pasir dan beras masih sama.

Perubahan harga barang masih dipengaruhi kenaikan harga pada Idul Fitri 1440 Hijriah, beberapa bulan lalu. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat adanya kenaikan pada indeks harga grosir atau indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum nonmigas sebesar 0,71%. Khusus sektor pertanian sebesar 2,28% atau menyumbang 0,41% IHPB. Sesuai data BPS sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan yakni harga cabai merah, cabai rawit, ayam ras, daging ayam, ikan beku.

Selain terpengaruh sektor pertanian, kenaikan harga grosir juga didorong kenaikan indeks harga sektor industri 0,41% dengan andil sebesar 0,20% kelompok barang impor nonmigas sebesar 0,27% dengan andil sebesar 0,04% dan kelompok barang ekspor nonmigas sebesar 0,43% dengan andil sebesar 0,07%. [RD]