Siswa SMAN 1 Woha Ungkap Dilarang Ortu Kuliah Hukum, Ketua MK: Keadilan hanya Lahir dari Nurani!

Iklan Semua Halaman

.

Siswa SMAN 1 Woha Ungkap Dilarang Ortu Kuliah Hukum, Ketua MK: Keadilan hanya Lahir dari Nurani!

Kamis, 22 Agustus 2019
Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dr H Anwar Usman Memberikan Majalah MK kepada Pelajar SMAN 1 Woha.

Bima, Berita11.com— Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) yang juga putra daerah Bima, Dr H Usman Anwar SH MH menyampaikan motivasi dan inspirasi bertajuk  Remaja Milenial Sadar Hukum, Tangguh, Bermoral dan Perprestasi di hadapan 300 pelajar SMAN 1 Woha, Kamis (22/8/2019).

Ada yang menarik saat sesi dialog antara pelajar dengan Ketua MK. Ketika itu, pelajar setempat Sahmal mengungkapkan ketertarikannya untuk kuliah pada jurusan hukum, akan tetapi dilarang orang tuanya

“Saya pribadi sangat tertarik dan ingin masuk di Fakultas Hukum tapi bapak saya tidak mengijinkan karena menurutnya jadi sarjana hukum itu tidak baik dipandang masyarakat. Terkait dengan itu kira kira apa gambaran bapak sebagai Ketua MK tentang hukum,” tanya pelajar setempat kepada Ketua MK Dr H Anwar Usman SH MH.

Menurutnya, petunjuk dan arahan dari tokoh Bima di ibukota negara tersebut diperlukannya. Karena jika suatu saat menjadi ahli hukum, dengan ilmu yang hukum mumpuni akan terjun dalam dunia birokrasi berkaitan arah kebijakan.

“Karena bagi saya pak yang harus dikatakan di dalam hukum adalah bukan hanya para pemegang jabatan di dalam kantung pribadi,” ujar Sahmal.

Pelajar lainnya, Nurhalifah Alviati menanyakan  berkaitan pandangan Ketua MK tentang politik uang (money politics) dan nepotisme.

“Banyak orang menilai bahwa hukum di Indonesia tajam ke bawah, tumpul ke atas.  Idialisme dari sila kelima sangat tidak dipedulikan oleh pemerintah,” kata Nurhalifah.

Sementara itu, Ketua MK Dr H Anwar Usman SH MH menilai bahwa dilihat dari cara bertanya para pelajar di SMAN setempat sudah menjadi hakim konstitusi kelak.

“Suara hati kalian dan tingkat kecerdasannya luar biasa, tolong diperhatikan dengan baik ini juga untuk pertama di republik ini saya kalah. Itu menandakan bahwa hakim walaupun memang akhirnya dibatalkan pengadilan tinggi tetapi keberanian (untuk) intervensi saya nggak mau menggunakan satu contoh sekalian. Saya seorang ketua Mahkamah Konstitusi yang mengatur arah bangsa dan negara seperti disampaikan, tetapi saya tidak mau menggunakan kekuasaan itu untuk mempengaruhi,” katanya.


Berkaitan ungkapan hukum tajam ke bawah, namun tumpul ke atas, menurut Anwar Usman bahwa keadilan hanya lahir dari hati nurani.

“Peran kita dalam membina generasi milenial, saya datang ke sini sudah termasuk membina generasi milenial.  MK itu adalah membela negara, karena MK itu tidak bisa dipisahkan dari pancasila,” katanya.

“Kalau mau kuliah dan mencari pekerjaan gampang, saya tanya ada tidak dokter yang jadi pengacara? Itu tidak mungkin dan itu harus SH dan kita harus negarawan. Instansi mana yang tidak membutuhkan sarjana hukum? Apalagi polisi dan kejaksaan itu sangat diutamakan,” katanya.

Menurutnya, tantangan dan rintangan berada pada diri pribadi. Oleh karenanya orang tua diharapkan memberikan pandangan yang baik kepada anak.

Sebelum sesi bertanya, Ketua MK juga menjelaskan  berkaitan sangketa Pilpres. Pihaknya hanya takut kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Tentu kami berusaha sedemikian rupa ngambil putusan dalam perkara ini yang tentu saja harus didasarkan fakta fakta yang terungkap dan terbukti di dalam persidangan.  Kami akan mempertanggung jawabkan putusan ini kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.  

Anwar juga menyampaikan gambaran tentang sejarah kehidupan Umar bin Khatab. Dirinya berpesan kepada  siswa  agar senantiasa melakukan hal terbaik di dalam lingkungan sekolah atau lingkungan keluarga. Hal penting menjauhi Narkoba.

“Siswa jangan pernah takut kepada siapapun kalau kita berada dalam jalur kebenaran, kita hanya takut kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Kunjungan Ketua MK RI di SMAN 1 Woha juga dihadiri Bupati Bima  Hj Indah Damayanti Putri SE,  Wakil Bupati Bima Drs H. Dahlan M Nor, Kapolres Bima. AKBPBagus Satrio Wibowo. S.I.K, perwakilan Kejari Bima,  Kapolsek Woha IPTU Edy Prayitno, guru dan pelajar setempat. [MR]