Soal Visi Religius Kabupaten Bima, ini Catatan Ustadz Jabir

Iklan Semua Halaman

.

Soal Visi Religius Kabupaten Bima, ini Catatan Ustadz Jabir

Kamis, 29 Agustus 2019
Ustadz Jabir Foto Bersama Sekcam Bolo dan PHBI Kecamatan Bolo dan Anggota Koramil Bolo Usai Pelaksanaan Salat Idul Adha 1440 Hijriah di Lapangan Kara, Beberapa Pekan lalu. Foto US Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Tokoh agama di Kecamatan Bolo sekaligus pimpinan Ponpes Al Madinah, Ustadz Jabir memberikan catatan terkait implementasi visi religius yang didengung-dengunkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima.

Menurut Ustadz Jabir, impelentasi visi religius masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi. Hal itu juga dilihat dari aspek dukungan anggaran yang mestinya perlu diperhatikan Pemkab Bima.

“Visi religius (implementasinya) masih kurang, memeng masih kurang dan perlu ditingkatkan setahun dua tahun ke depan. Sangat perlu ditingkatkan, termasuk untuk dukungan anggaran masih perlu ditingkatkan. Kami melaksanakan program luar biasa, tapi sampai hari ini lima rupiah pun belum ada. Ini kan karena panggilan iman dan kesadaran,” katanya belum lama ini di Bolo.

Diingatkannya, visi religius tidak boleh hanya menjadi slogan. Namun harus disertai niat serius dan implementasi di lapangan. Jika tidak, hanya akan menjadi slogan. 

“Jadi visi religius bukan saja slogan, tanpa dukungan dana. Kalau disertai dengan finansial (bagus). Ini program besar tapi belum maksimal. Konsepnya bagus, tapi belum maksimal karena belum disertai dana dan infak dari pemerintah. Sampai hari ini PHBI masih berjalan walaupun tidak disertai dukungan dana dari pemerintah,” ujar ulama penggerak GAMIS Kecamatan Bolo ini.

Ditambahkannya, Bima RAMAH akan terwujud dengan nawaitu yang ikhlas dari pemerintah dan masyarakat. Mestinya ada sinergi berbagai pihak terhadap program tersebut. Misalnya, pemerintah daerah melibatkan berbagai Ponpes, sebagaimana yang menjadi catatan pendiri Ponpes Al Maliky, Ustadz Drs H Fitrah Malik.

“Mestinya tokoh masyarakat dari Ponpes digandeng dan dilibatkan dan disuruh. Bagaimana sih program pesantren sehari, apakah sudah jalan atau hanya program tidak ada dievaluasi kembali? Tapi masyarakat Sila ini luar biasa semangat mengikuti program pesantren sehari karena itu karena itu adalah kegiatan keagamaan.  Ada uang tidak ada uang tetap kita ikhlas pada pembinaan-pembinaan,” pungkasnya. [RD]