STKIP Taman Siswa Bima Menuju Perguruan Tinggi Internasional

Iklan Semua Halaman

.

STKIP Taman Siswa Bima Menuju Perguruan Tinggi Internasional

Kamis, 22 Agustus 2019
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah M.Sc Menyapa dan Bersalaman dengan Dosen STKIP Taman Siswa Bima saat Berkunjung ke Kampus Setempat, Rabu (21/8/2019) Pagi.


Bima, Berita11.com— Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima terus berbenah dengan meningkatkan kompetensi dan standar dosen serta mengasah kemampuan mahasiswa mengikuti berbagai kompetisi serta penelitian nasional dan internasional. Pada tahun 2019, kampus setempat menuju kancah internasional.

“STKIP Taman Siswa seperti yang disampaikan tadi, bahwa 2019 akan go internasional. Misalnya ke Malaysia mahasiswanya. Nanti juga akan (ada) penelitian dosen magang, mahasiswa kuliah di sana satu semester, itu juga sudah mulai kita bangun. Kita tidak hanya ke sana, kita berharap juga mahasiswa yang ada di luar negeri, bisa kuliah atau melakukan kegiatan tri dharma di kampus-kampus yang sudah ada MoUnya. Ini juga ada dosen baru pulang publikasi internasional ke Malaysia dan Singapura. Itu juga kita minta dia sebagai pembicara,” ujar Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si di kampus setempat usai kunjungan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah M.Sc, Rabu (21/8/2019).

Diakui pihaknya, terdapat lima alumnus kampus setempat yang menjadi peserta program beasiswa keluar negeri (awardee scholarship) dari Gubernur NTB dengan tujuan kampus UPSI Malaysia, yang direncananakan berangkat pada September 2019. Lima alumnus itu dari program studi PGSD, Pendidikan Jasmani dan Rekreasi dan Bahasa Inggris.

“Tadi juga Pak Gubernur (NTB) mengajak STKIP Tamsis ke Malaysia, China untuk kerja sama dengan perguruan tinggi negara itu. Itu salah satu stimulasi-stimulasi, memberikan perhatian khusus kepada perguruan tinggi swasta di kabupaten,” ujar Dr Ibnu Khaldun.

Merespon harapan Gubernur NTB kepada pemimpin di Kabupaten Bima agar menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa di Kabupaten Bima, Dr Ibnu Khaldun berharap ada atensi khusus pengembangan pendidikan tinggi di Bima.

“(Pemrov) sudah membuat MoU tentang penanganan berbagai isu strategis. Nah, mudah-mudahan ada pendidikan. Kalau kita menafsirkan yang disampaikan Pak Gubernur (NTB) dalam forum tadi. Mudah-mudahan, apakah pada kepemimpinan sekarang atau ke depan. Tapi paling tidak, pada berbagai daerah termasuk Sumbawa yang dekat itu, setiap tahun memberikan hibah pada perguruan tinggi swasta,” katanya.

Ibnu berharap, pemerintah daerah di Bima bisa mengadopsi  seperti yang dilakukan Pemkab Sumbawa. Karena sudah ada klausul sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang perguruan tinggi, bahwa pemerintah daerah dapat membantu perguruan tinggi swasta.

“Itu kata dapat itu yang kaku diterjemahkan baik eksekutif maupun legislatif (di Kabupaten Bima), dengan adanya penekanan ini kami berharap sebagai sinyal awal atau ada stimulasi kebijakan dari kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kota kabupaten yang lebih khusus Bima Dompu memikirkan lulusan terbaik, mahasiswa terbaik agar sekolah atau kuliah setinggi mungkin itu,” ujar Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Bima Dompu ini.  

Dr Ibnu menyampaikan apresiasi terhadap atensi Pemrov NTB terhadap pengembangan pendidikan di Bumi Goa yang dimulai dari wilayah timur Bima Dompu seperti penyiapan dana afirmasi untuk pendidikan dan pendidikan tinggi.

“Ini yang kami lihat, karena kami beberapa kali mendengar, bahwa barometer pembangunannya, kemajuan NTB itu ingin dimulai dari Bima Dompu. Karena Pak Gubernur memahami harus disentuh pada banyak-banyak lini, di Pulau Sumbawa, karena Pulau Lombok sumbernya dari APBN dan sumber-sumber anggaran dari dunia,” katanya.

“Kalau di Sumbawa, dipakai APBD 1, lebih kurang Rp1 triliun diajukan dan yang disetujui lebih kurang Rp750 miliar.Itu yang sudah disampaiikan. Artinya dengan anggaran besar itu, ada juga anggaran untuk mahasiswa terbaik, ke perguruan tinggi swasta di Bima dan Dompu,” lanjutnya. [RD]