Tahun Baru Islam 1441 H, Pemda Dompu Gelar Pawai Ta’aruf

Iklan Semua Halaman

.

Tahun Baru Islam 1441 H, Pemda Dompu Gelar Pawai Ta’aruf

Sabtu, 31 Agustus 2019
Peserta Pawai Ta'ruf Gambar yang atas Siswa/i SD Negeri 24 Dompu dan yang bawah SD Negeri 1 Dompu. Foto RIS


Dompu, Berita11.com - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah, Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar Pawai Ta'aruf yang diikuti kurang lebih 500 peserta, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, Sabtu (31/8/2019) sore.

Pawai Ta'aruf di lepas oleh Ketua Pengadilan Negeri Dompu Mukhlasuddin, SH. MH dengan mengambil rute mulai di lapangan Pendopo Bupati Dompu menuju Polres belok kanan di bundaran depan RSUD lurus di komplek pasar belok kiri di toko taufik kembali belok kanan depan toko adam menuju Bolly lurus karijawa dan masuk finish di lapangan bola Kelurahan Karijawa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala bagian (Kabag) Kesra Muhammad Adhar, S. Sos. mengatakan Pawai Ta'aruf tersebut merupakan wujud, cerminan dan ekspresi suka cita, rasa kegembiraan dan suatu kebahagian khususnya bagi umat muslim dalam menyambut tahun baru islam.

“Upaya pemerintah dengan pergantian tahun islam sebagai umat muslim, kita harus jauh lebih meriah dengan suka cita dan ramai dan pawai ta’ruf itu syiar, pemberitahuan dan pengajaran buat kita semua bahwa islam itu Rahmatan lilalamin,” jelasnya.

Adhar menguraikan bahwa dengan adanya pergantian tahun baru islam ini, umat muslim khususnya di Kabupaten Dompu bisa refleksi atau introspeksi diri kesalahan yang pernah berbuat pada tahun sebelumnya.
 
Peserta Pawai Ta'ruf, yang atas SD Negeri 1 Dompu dan yang Drum Band dari SD Negeri 2 Dompu. Foto RIS
“Momen ini juga buat kita untuk melakukan introspeksi diri apa yang kita lakukan tahun lalu dan apa yang harus kita lakukan di tahan ini,” urainya.

Pergantian tahun islam kali ini, lanjut Adhar, kurang partisipasi masyarakat untuk memeriahkan pawai ta’ruf jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, menurut dia, mungkin masyarakat ada kesibukan lain sehingga tidak bisa ikut meramaikan kegiatan itu, meskipun pemerintah sudah mengundang secara resmi.

“Mungkin kondisi sosial kemsyarakatan kita sedang padat-padatan atau mungkin ada kesibukan masing-masing, kebetulan hari ini juga hari libur bertepatan dengan satu muharam ini,” katanya.

Adhar berkeinginan, kegiatan-kegiatan semacam itu seharusnya lebih ramai dari kegiatan lain, apalagi kegiatan itu merupakan hari besar umat islam di seluruh penjuru dunia.

“Harusnya kita sadar, momen seperti ini seharusnya lebih ramai dari pada pergantian tahun Masehi karena kita mayoritas islam,” pungkasnya. [RED/ADV]