Tingkatkan Kualitas UPK, KPW BI NTB Permudah Akses

Iklan Semua Halaman

.

Tingkatkan Kualitas UPK, KPW BI NTB Permudah Akses

Selasa, 27 Agustus 2019
Kepala BI NTB Achris Sarwani (Tengah). 



Mataram, Berita11.com— Untuk meningkatkan kualitas uang kertas pecahan kecil (UPK) khususnya pecahan Rp20 ribu ke bawah sebagaimana standar soil level, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat mempermudah akses penukaran uang layak edar.

Upaya lain dennga menambah pos-pos pelayanan penukaran uang lusuh tidak layak edar serta meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang gerakan masyarakat tukar uang lusuh (Gemar Tulus). Hal tersebut diisyaratkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Achris Sarwani.

Dikatakannya, Bank Indonesia selaku otoritas di bidang sistem pembayaran senantiasa berupaya memastikan uang rupiah yang beredar di masyarakat dalam keadaan yang bagus, dalam artian uang dalam kondisi yang layak edar, tidak lusuh, dan tidak lecet.

Untuk memantau kualitas uang yang beredar di masyarakat, KPw BI NTB bekerja sama dengan lembaga independen melakukan survei tentang kualitas (soil level) uang kertas di wilayah kerja KPwBI NTB. Hasil survey menunjukkan bahwa soil level semester  1 masih dinilai baik, terutama uang kertas pecahan besar (Rp50 ribu dan Rp100 ribu).

Untuk terus meningkatkan kualitas uang yang beredar di masyarakat, pada Sabtu 24 Agustus 2019 di Hotel Grand Legi Mataram, KPw BI NTB melaksanakan pembahasan bersama dengan perbankan untuk menyusun strategi pemenuhan uang kertas, terutama uang kertas pecahan kecil, Rp20 ribu ke bawah sehingga senantiasa memenuhi standar soil level yang diharapkan.

Achris Sarwani mengatakan, pihaknya  bersyukur karena uang yang beredar di NTB secara umum masih memenuhi standar kualitas uang (soil level) terutama untuk Uang kertas pecahan besar.

“Untuk Uang kertas Pecahan Kecil (UPK) masih perlu dengan sungguh-sungguh kita jaga dan tingkatkan kualitas uang kertas yang beredar di masyarakat. Dari sisi ketersediaan, stok uang kertas UPK yang tersedia di Bank Indonesia NTB sangat memadai untuk memastikan peningkatan kualitas UPK yang beredar di masyarakat,” katanya.

Diskusi antara KPwBI ProvinsiNTB dengan perbankan menyimpulkan bahwa untuk semakin meningkatkan kualitas uang beredar di Provinsi NTB, khususnya UPK, dapat dilakukan dengan cara mempermudah akses masyarakat utk melakukan penukaran uang layak edar, menambah pos-pos pelayanan penukaran uang lusuh (tidak layak edar), serta meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang gerakan masyarakat tukar uang lusuh (Gemar Tulus).

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara BI dan Asosiasi Bank Perkreditan Rakyat di NTB (Perbarindo NTB) dalam rangka melibatkan peran BPR untuk menjalankan kebijakan menjaga kelayakan uang yang beredar di masyarakat (clean money policy). Salah satu poin penting kesepakatan tersebut adalah BPR akan melayani penukaran uang lusuh yang ada di masyarakat. Selain itu, dilaksanakan pula penandatanganan kesepakatan bersama antara BI dan PT Bank NTB Syariah dalam rangka menjalankan risk management pada kegiatan Kas Keliling BI, yaitu berupa asuransi terhadap uang kas keliling BI yang dititipkan di kantor cabang PT Bank NTB Syariah. [AN]