Usai Pasang Sang Saka Merah Putih, Pria Ini Jatuh di Atas Pohon Pinang Ketinggian 10 M

Iklan Semua Halaman

.

Usai Pasang Sang Saka Merah Putih, Pria Ini Jatuh di Atas Pohon Pinang Ketinggian 10 M

Selasa, 20 Agustus 2019
Adhar sedang dirawat di RSUD Dompu. Foto SON

Dompu, Berita11.com - Adhar, warga Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB mengalami nasib naas usai memasang sang saka Merah Putih di atas pohon pinang yang disediakan untuk dipanjat masyarakat setempat dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI yang ke-74 tahun 2019 di lapangan bola Desa Saneo.

Pria 23 tahun ini merupakan salah satu anggota panitia penyelenggara yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Desa Saneo (HMPDS). Adhar jatuh di atas pohon pinang dengan ketinggian lebih kurang 10 Meter, Sabtu (17/8/2019) sore.

Akibat kejadian yang dialaminya, Adhar terpaksa dilarikan ke RSUD Dompu saat itu juga, karena anggota tubuh bagian punngungnya mengalami luka yang cukup serius dan tidak bisa bergerak hingga saat ini.

Ketua panitia Muhidin yang juga ketua Organisasi HMPDS Kepada berita11.com mengatakan, peristiwa itu terjadi berawal dari korban saat turun dari atas pohon pinang, korban sambil mengoleskan pohon pinang menggunakan oli dan gemur akhirnya terpeleset licin dan terlepas dari pelukannya pohon tersebut.

Ketinggian pohon pinang tempat jatuhnya Adhar. Foto SON
“Setelah memasang bendera, Adhar turun sambil mengoleskan pohon pinang menggunakan oli dan Gemur namun sekitar 1,5 meter di bawah sang merah putih Adhar terjatuh,” ungkap Muhidin.

rangkaian kegiatan perayaan HUT kemerdekaan RI itu, lanjut Muhidin, digelar sejak pagi sekira pukul 08.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita tinggal dua mata lomba yang tersisa dan rencananya bakal dilanjutkan sore harinya.

“Beberapa kegiatan sudah diselesaikan, seperti lomba staver kelereng, staver tepung, makan kerupuk, dan memasukan paku dalam botol, pas jam 12:00 Wita semua panitia istirahat, kemudian sorenya kami melanjutkan kegiatan puncak jam 15.15 Wita yaitu tarik tambang dan panjat pinang, namun kegiatan kami terhenti akibat kejadian itu,” beber dia.

Muhidin menyebutkan, hingga saat ini, pria yang bisa dibilang pahlawan itu masih dirawat di RSUD dan kondisinya semakin parah, dan sebagai ketua Organisasi dan kepanitiaan, pihaknya akan melakukan berpartisipasi dengan menggelar galang dana untuk meringankan beban biaya korban.

“Kami sebagia keluarga besar HMPDS dan kepenitiaan rencananya akan melakukan galang dana guna membantu kesembuhan saudara kami, dan menurut kami, Adhar adalah bagian dari Pahlawan, relah mengorbankan nyawanya demi mengibarkan sang merah putih dan memeriahkan hari ulang tahun Negara Republik Indonesia,” tutur Muhidin. [SON]