Wali Kota Bima Ingatkan Potensi Ancaman LGBT

Iklan Semua Halaman

.

Wali Kota Bima Ingatkan Potensi Ancaman LGBT

Kamis, 01 Agustus 2019
Suasana Rapat Penguatan FKDM Kota Bima yang Digelar di Aula FKUB Kota Bima, Rabu (31/7/2019).


Kota Bima, Berita11.com— Wali Kota Bima H Muhammat Lutfi SE mengingatkan semua pihak termasuk masyarakat agar mewaspadai potensi penyekit sosial yakni ancaman dari kelompok non heteroseksual lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT).

Hal tersebut disampaikannya saat rapat penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bima di Aula FKUB  Kota Bima Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda, Rabu (31/7/2019).

Menurut mantan anggota DPR RI ini, perkembangan LGBT diawali di dunia maya. Untuk itu, semua pihak tidak boleh “menutup mata” dari dampak lain era globalisasi dan teknologi yang semangkin canggih. Termasuk perkembangan melalui gawai canggih (gadget).

“Perlu kita perhatikan karena mereka mendekati anak anak kita yang merupakan generasi harapan bangsa. Anak-anak mudah sekali terjerat dalam komunitas LGBT yang secara kasat mata tidak terlihat karena lebih banyak bergerak di dunia maya. Ini yang (harus) menjadi perhatian dari program FKDM,” ujarnya.

Dikatakannya, perlu adanya pedekatan persuasif yang menyentuh. Demikian halnya berkaitan peredaran Narekoba. Untuk itu, anak memerlukan bimbingan dari keluarga, orang tua, lingkungan dan sekolah.

“Peredarannya tanpa kita sadari sudah ada di depan mata kita. Bukan saja tingkat anak-anak, namun di tingkat ibu-ibu rumah tangga, arisan, orang dewasa, pemerintah, itu mengancam kita. Ini juga perlu perhatian dari program FKDM termasuk radikalisme dan terorisme perlu mejadi perhatian kita bersama,” katanya.

Lutfi juga mengatakan, salah satu bentuk kepedulian bersama yaitu memasang mata dan telinga. Apa saja kegiatan di sekitar lingkungan mulai dari RT/RW, kelurahan, Kecamatan dan tingkat kota perlu menjadi perhatian bersama.

“Secara khusus saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi saya kepada ketua FKDM dan jajarannya yang mempunyai kepedulian yang sangat tinggi terkait bagaimana kita senantiasa mewaspadai dan memiliki kepedulian terhadap Kota Bima yang kita cintai,” ucapnya.

Diingatkannya, FKDM Kota Bima dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota, harus memiliki rasa solidaritas dan kompak. Sehingga dapat berkordinasi dengan para lurah, camat dan hingga tingkat kota.

“Pertemuan semacam ini perlu secara kontinyu kita laksanakan setiap tiga bulan untuk menyampaikan laporan secara resmi tentang kepedulian dan kewaspadaan- kewaspadaan dini perlu kita lakukan bukan saja eksternal tetapi juga internal. Tentu saja menyangkut perkembangan anak-anak kita salah satu hal yang perlu kita waspadai saat ini adalah penyakit sosial LGBT,” ujarnya.

Ditambahkannya, apabila lingkungan aman, nyaman, asri dan bersih, maka akan berdampak juga terhadap warga yang menempati, terasa adem, nyaman, dan tentram. Selalu ada kedamaian, sehingga konfi bisa diminimalisasi. Untuk itu, FKDM adalah garda terdepan yang dapat menciptakan harapan bersama itu.

“Saya mengapresiasi ibu bapak sekalian yang dengan sukerela, karena dengan hati dan keihklasan bergabung di FKDM, baik di tingkat kelurahan, kecamatan sampai dengan tingkat kota. Ini berarti menjunjung masyarakat Kota Bima ini, cinta terhadap Kota Bima dan mempunyai kepedulian terhadap sesama. Karena dengan perubahan era yang mungkin modern ini biasanya masyarakat acuh tak acuh dan tidak perduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Panitia penyelenggara, Abdul Haris menjelaskan rapat koordinasi dan penguatan kapasitas masyarakat yang tergabung dalam FKDM untuk mendorong stabilitas keamanan di Kota Bima. Selain itu, mendorong pembangunan daerah dan mengantisipasi potensi konflik.

”Perlu dilaksanakan rapat koordinasi dengan komponen masyarakat melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kota Bima. FKDM akan memberikan informasi kepada unsur pimpinan daerah terkait pencegahan dini dan pendektesian dini konflik di dalam masyarakat,” ujar Abdul Haris yang juga Kabid PMS Badan Kesbangpol Kota Bima.

Selain Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE, kegiatan juga diikuti Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bima Achmad Fathony, Pasi Intel Kodim 1608/Bima Kapten Inf Seninot Sribhakti, Kasat Intel Polres Bima Kota IPTU Ananda, Danpos TNI AL wilayah Bima Lettu Mar Suwardana, Ketua FKDM Kota Bima Gufran SH. Kegiatan juga dihadiri 75 Ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan LSM.

Sejumlah materi untuk peningkatan kapasitas anggota forum yaitu, peran FKDM Kota Bima dalam mendukung stablitas daerah yang disampaikan  Ketua FKDM Kota Bima Gufran SH, peran intelijen Polres Bima dalam menciptakan Kamtibmas yang disampaikan Kasat Intel Polres Bima IPTU Ananda, peran intelijen Kodim 1608/ Bima dalam penguatan jejaring sosial yang disampaikan Pasi Intel Kodim 1608/ Kapten Inf Seninot Sribhakti.[MR]