Workshop Peace Stories for Islamic Society Digelar di Kantor Pemkot Bima, US Embassy Jakarta Hadir

Iklan Semua Halaman

.

Workshop Peace Stories for Islamic Society Digelar di Kantor Pemkot Bima, US Embassy Jakarta Hadir

Sabtu, 31 Agustus 2019
Suasana Diskusi dan Workshop Peace Stories for Islamic Society di Aula Kantor Pemkot Bima, Sabtu (31/8/2019). Foto MR Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com— Diskusi dan workshop tentang perdamaian untuk komunitas muslim (peace stories for Islamic Society) bertema menghasilkan konten Islam positif di internet melalui generasi milenial untuk memberantas konten terorisme (Generating Positive Islamic Content in Internet Through Millenilial Generetion to Eradicate Terorism Content) digelar di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Sabtu (31/8/2019) pagi.

Kegiatan diikuti 100 peserta mahasiswa dan pelajar di Kota Bima dan dihadiri beberapa pejabat seperti perwakilan US Embassy Jakarta, Kresna Seogio.

Panitia kegiatan, Arifman menjelaskan, kegiatan dimaksudkan untuk mengimbangi penyebarluasan informasi di media sosial. Karena kondisi umum masyarakat sudah ketergantungan terhadap informasi di media sosia.l  

“Harapan kami semoga kegiatan ini  bagian dari upaya kita untuk memilih beberapa konten di media sosial lewat tulisan, lewat fotografi, videografi. Harapannya temen temen peserta mengikuti dengan kondisi semangat,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Perwakilan US Embassy Jakarta, Kresna Soegio mengatakan, pihaknya memiliki keinginan bekerja sama dalam program Forum Islamic Sociaty dan mendukung dalam kegiatan tersebut.

“Kita ini hidup dalam zaman di serba instan, tapi kita harus hati-hati dalam menggunakan konten konten di media massa. Kedutaan Amerika sangat mengantensi dalam hal ini. Harapan kedutaan berkarya sama dalam hal ini, hindari postingan-postingan isu yang kita akan bagaikan hindari berbau provokasi dan ujaran kebencian,” katanya.

Menurutnya, semua pihak harus bijak dalam menggunakan gawai (gadgets) dan Ponsel, sehingga harus menghindari konten-konten terorisme yang membahayakan orang banyak maupun diri sendiri.

Generasi milienial dan masyarakat umum diharapkan menjadi konsumen dan pencipta konten yang bermanfaat bagi pengguna konten lainnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Asisten I Setda Kota Bima, Drs Supratman M.Ap mengatakan, tema pertemuan tersebut  sangat luar biasa karena juga digagas anak anak muda millennial. Apalagi di tangan para generasi tersebut tongkat estafet pembangunan ini akan diserahkan.

“Secara pribadi saya sangat mendukung dan memberi apresiasi tinggi agar kegiatan ini terselenggara dengan baik dan lancar dan ke depan saya berharap kegiatan positif lainnya semacam ini bisa kembali dilaksanakan dengan sasaran lebih luas lagi,” katanya.

Dikatakannya, kegiatan tersebut tidak terlepas upaya membentuk karakter bangsa khususnya terhadap para generasi muda. Hal sangat penting agar pemuda tidak gampang terombang ambing masuknya budaya asing.

“Bayangkan begitu mudahnya akses informasi dan derasnya arus kemajuan yang menerjang anak anak kita. Slogan dunia ada dalam genggaman bukan lagi hanya slogan semata, namun nyatanya adanya,” katanya.

Menurutnya, aliran informasi membanjiri gawai susah  disaring dan secara teknis hanya dengan jalan memblokir situs situs yang tidak baik. Benteng pertahanan terakhir menghadapi pengaruh pengaruh negatif kemajuan zaman berpeluang bergantung karakter pribadi masing-masing.

“Insyaallah dengan pelatihan dan seminar madrasah digital Bima kita berharap anak-anak kita yang hadir pada kegiatan ini akan memiliki bekal yang kuat ,akademisi bagus, dan karakter yang bagus dan inilah anak-anak yang akan mampu bersaing di abad 21,” katanya.

Katanya, banyak orang pintar tapi tidak didukung karakter, maka itu akan membahayakan. Hal yang harus dipikirkan adalah bagaimana memproteksi masuknya radikalisme dan terorisme terutama melalui media sosial.

“Kita tidak bisa pungkiri hal tersebut,  kita harus cegah ada yang positif, ada yang negatif. Hal yang negatif ini harus kita proteksi, kita tekan semaksimal mungkin. Pada kesempatan ini saya juga berpesan kepada para guru dan siswa untuk waspadai bahaya radikalisme, pornografi yang marak di media sosial,” ajaknya.

Dijelaskannya, konten-konten berbahaya yang tersebar melalui media sosial adalah salah satu cara melemahkan negara.  

“Kepada anak-anakku yang mengikuti kegiatan ini agar menularkan apa yang didapat dalam kegiatan ini kepada temen-temen lain. Lakukan perubahan diri dari negatif menjadi positif, yang tadinya males harus bersemangat dan yang tadinya kurang peduli dengan temen menjadi peduli dengan temen dan lingkungan dan sebagainya,” pesannya.

Mantan Kepala BKPSDM Kota Bima ini juga  berpesan pada anak muda millennial Kota Bima yang hadir mengikuti kegiata agar dapat membantu Pemerintah Kota Bima berdiri di garda terdepan kembali membumikan konsep Maja Labu Dahu yaitu malu kepada Allah dan takut kepada manusia ketika melanggar norma norma yang berlaku.

“Ini perlu kembali kita tanamkan diri kita agar mampu menuju kesuksesan dengan diimbangi kepribadian yang baik. Mari kita kembali ke konsep Maja Labu Dahu, sebagai gaya hidup di dalam masyarakat. Bukan hanya dibiarkan menjadi semboyan yang tak terealisasikan,” katanya.

Selain Embassy Jakarta dan Asisten I Setda Kota Bima Drs H Supratman M.Ap, kegiatan juga dihadiri Pasi Intel Kapten Inf Seninot Sribakti, Kasat Binmas Polres Bima Kota, Direktur Philosofi Center Surabaya DR Yusuf Daud, Dosen IAIM Muhammadiyah DR Azhar MPd.BI, alumnus program IVLP Amerika Yudha P Sunandar, redaktur Republika Muhammad Fakharudin dan Ketua Forum Umat Islam  Bima Ustadz Asikin bin Mansyur. [MR]