Ada Berbagai Macam Perlombaan Dalam MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Ada Berbagai Macam Perlombaan Dalam MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Dompu

Jumat, 13 September 2019
Saat penampilan Qori Atas Nama Fikron Warga Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja. Foto RIS

Dompu, Berita11.Com - Pergelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Dompu NTB yang digelar Pemerintah Daerah melalui Sekretarian bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di lapangan sepak bola Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja itu, diisi dengan berbagai jenis perlombaan yang dilaksanakan pada lokasi yang berbeda, tidak jauh dari lokasi tersebut. 

Beberapa cabang yang diperlombakan itu antara lain, Lomba Tilawah yang terdiri dari tiga kategori yaitu kategori, anak-anak, remaja, dewasa dan cacat netral (Canet). Kemudian, Tahfiz (hafalan) Alquran; satu juz tilawah, lima juz, sepuluh juz, sampai tiga puluh juz.

Selain itu, Cabang Lomba Fahmil Quran (cerdas cermat), Sarhil Quran (ceramah), Kaligrafi, Karya Ilmiyah. Itulah cabang-cabang yang diperlombakan. Namun, yang luar biasa diantaranya adalah cabang lomba Tilawah.

Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Dompu yang juga Ketua Koordinator Dewan Hakim MTQ Kabupaten Dompu 2019, Drs. H. Syamsul Ilyas, M.Si di ruang kerjanya, Kamis (12/9) siang.

Syamsul menyebutkan, sejumlah perlombaan yang diadakan itu, penilaiannya harus sesuai dengan aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dan hal itu telah dia tegaskan sejak awal dan jauh-jauh hari, bahkan saat melakukan rapat bersama dewan hakim dengan tujuan untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalam rapat itu, saya titip pesan pada semua dewan hakim agar memiliki integritas, kejujuran, tidak ada pilih kasih. Dalam hal penilaian, harus betul-betul objektif berdasarkan petunjuk dan teknis yang ada,” jelas Syamsul.

Menurut pria yang telah bertahun-tahun dipercaya menjabat sebagai Kemenag ini, Jika penilaian itu baik, bukan hanya nama dewan hakim saja yang terangkat nama baiknya, tetapi juga akan membawa harum nama baik daerah. Karena hasil penilaian yang jujur, integritas dan objektif dari dewan hakim akan menambah kontribusi yang luar biasa bagi daerah.

“Terutama kalau qori’ dan qori’ah, tampil di event yang lebih tinggi, baik provinsi, nasional maupun kelas dunia,” tandas Ilyas.

Namun selama kegiatan MTQ dari tahun ke tahun, Syamsul menambahkan, tidak pernah terjadi atau menemukan hal demikian hal itu yang membuat dirinya bangga dan bersyukur.

“Alhamdulillah selama kegiatan musabaqah, saya nilai betul-betul objektif, karena saya langsung awasi di ruangan dewan hakim. Bahkan, saya ingatkan hati-hati Pak,” bebernya.

Karena itu, Syamsul menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir soal objektivitas dewan hakim. Apalagi, pihaknya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi agar terlihat qori dan qori’ah yang betul-betul memiliki keahlian serta mempunyai kemampuan yang intelektual.  

“Semoga tahun ini MTQ ke-28 Kabupaten Dompu menghasilkan qori’-qori’ah yang memiliki kemampuan luar biasa di tingkat yang lebih tinggi,” harapnya. [RIS/ADV]