Dahlan jadi Ketua Gerindra belum Jelas, Yasin: Setelah Revisi UU MD3 Peluang Mori Maju Makin Besar

Iklan Semua Halaman

.

Dahlan jadi Ketua Gerindra belum Jelas, Yasin: Setelah Revisi UU MD3 Peluang Mori Maju Makin Besar

Sabtu, 14 September 2019
Pengurus Partai Gerindra Kabupaten Bima, Yasin S.Pd.I dan Drs H Dahlan M Noer M.Pd. Kolase Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Wakil Ketua Partai Gerindra Kabupaten Bima yang juga anggota DPRD Kabupaten Bima, Yasin S.Pd.I menyatakan, pihaknya belum dapat memastikan bahwa Drs H Dahlan M Noer M.Pd yang kini menjabat sebagai Wabup Bima telah ditetapkan sebagai Ketua Partai Gerindra Kabupaten Bima menggantikan H Syamsuddin.

Diakuinya, pihaknya dimintai pengurus pusat untuk melaksanakan revitalisasi dan mengganti daftar pengurus yang tidak aktif.

“Kalau Musda, belum ada. Cuma kemarin informasi pengajuan pengurus. Kalau kita melihatnya belum ada informasi yang jelas (Dahlan jadi Ketua Gerindra). Biasanya kita tahu juga iniformasi ini.  Saya belum tahu pasti, tentang perubahan pengurus, rapat rapat sebelumnya, ada perintah revitasilasasi pengurus yang pindah partai atau yang meninggal,” katanya melalui sambungan Ponsel kepada Berita11.com, Sabtu (14/9/2019) petang.

“Sampai hari kemarin masih Haji Syam. Tapi memang ada perintah dari DPD itu melalui saya dan Syam ada revitalisasi pengurus, yang tidak aktif di partai. Orang-orang yang sudah meninggal atau bergabung dengan partai lain (diganti), itu amanat. Tidak tahu kalau penggantian pengurus, bisa jadi, bisa tidak,” katanya.

Adapun berkaitan figur atau kader yang akan diusung Partai Gerindra Kabupaten Bima, Yasin mengisyaratkan jika Drs H Dahlan M Noer M.Pd juga memiliki peluang besar. Hingga kini, Partai Gerindra Kabupaten Bima masih melaksanakan survei dan mengukur elektabilitas figur yang akan diusung.

Selain kader sendiri, Gerindra juga terbuka untuk kader partai lain maupun figur di luar Parpol jika hasil survei partai yang dibentuk H Prabowo Subianto ini tidak ada kader partai yang memenuhi elektabilitas.

Dijelaskannya, salah satu tolok ukur atau kriteria untuk diusung Partai Gerindra yaitu memiliki komitmen melayani masyarakat secara ikhlas dan serius. Selain itu, memiliki komitmen sanggup membesarkan Partai Gerindra.

“Bisa dari kader sendiri dan tidak menutup kemungkinan dari kader partai lain ataupun dari nonparpol yang sanggup sama-sama memperbesar partai dan mau melayani masyarakat secara ikhlas dan serius,” katanya.

Soal potensi koalisi dengan PKS dan PAN, anggota legislatif yang juga Ketua HKTI Kabupaten Bima ini juga mengisyaratkan peluang itu terbuka. Adapun berkaitan komunikasi dengan Partai Golkar, pihaknya belum melakukannya. Target Partai Gerindra mengusung figur atau kader untuk calon Bupati Bima. Namun jika elektabilitas tidak memungkinan, Partai Gerindra juga tetap membuka peluang mengusung figur bakal calon wakil pada Pilkada tahun 2020 Kabupaten Bima.

“Apakah akan mampu kader sendiri atau belum mampu, kita akan dorong orang-orang yang punya visi yang sama dengan Partai Gerindra, tapi yang memiliki elektabilitas baik, (termasuk Dahlan) bisa jadi. Kalaupun dia mampu besar, mampu melayani masyarakat juga mau membersahkan partai,” katanya.

Berkaitan potensi mantan calon Wagub NTB yang kini kembali menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB untuk diusung sebagai calon Bupati Bima pada Pilkada 2020, Yasin menyatakan hal itu terbuka lebar. Apalagi jika sudah ada revisi undang-undang MD3, yang memungkinkan kader partai yang sedang duduk di kursi legislatif untuk cuti jika maju sebagai calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah.

“Saya tidak berani menjustifikasi Pak Mori maju. Tapi bisa jadi, karena Pak Mori sedang menjadi pimpinan dewan. Ini juga sedang mengamati revisi Undang-Undang MD3 yang sedang dibahas. Saya kira kalau itu setelah perubahan regulasi akan ramai orang maju,” katanya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, nama Dahlan M Noer M.Pd yang masuk sebagai pembina Partai Gerindra Kabupaten Bima santer disebut-sebut sebagai figur kuat calon Ketua Partai Gerindra Kabupaten Bima. Selain itu, mantan pejabat Kementerian Pendidikan Nasional tersebut juga disebut-sebut memiliki elektabilitas yang tinggi karena sikap pribadinya yang santun sehingga selalu diterima baik oleh masyarakat Kabupaten Bima, termasuk kelangan muda. [US]