Diduga Korupsi Insetif Guru, Kepala SMAN 3 Kilo Dilaporkan ke Kejari Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Korupsi Insetif Guru, Kepala SMAN 3 Kilo Dilaporkan ke Kejari Dompu

Selasa, 03 September 2019
Dari kanan, Ardi Hartono, S.Pd, yang tengah Kabag Pembinaan Kejari Dompu, Abdul Kadir, SH, dan ujung kiri Ady Sucipto, S.Pd saat serah terima laporan di ruang Abdul Kadir. Foto ist


Dompu, Berita11.com - Kepala SMA Negeri 3 Kilo inisial HN kini dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu karena diduga telah melakukan tindak pidana penyelewengan dan penggelapan atau korupsi gaji insentif guru Non PNS (Honorer) yang seharusnya diterima sebanyak 14 guru senilai ratusan juta.

Laporan ini diajukan dua orang perwakilan guru setempat yakni Adi Sucipto, S.Pd dan Ardi Hartato, S.Pd, pada Senin (1/9/2019) siang, kemudian diterima Kepala bagian Pembinaan Kejari Dompu Abdul Kadir, SH di ruangannya.

Menurut pelapor Adi Sucipto, gaji honorer yang digelapkan HN itu selama periode kedua yang jika ditotalkan mencapai kurang lebih Rp113.640 Juta.

“Angka ini kami dapatkan dari pemotongan dan penggelapan insentif dari beberapa orang guru yang belum terbayarkan untuk pada triwulan Mei, Juni dan Juli 2019 ini,” ungkap Adi.

Ady menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas (Kadis) Dikbud provinsi NTB, dengan Nomor : 188.4/144.UM/Dikbud tertanggal 4 Maret 2019, bayaran persatu jam pelajaran dihitung Rp. 40.000. Namun disaat pembagian insetif guru tidak pernah diperlihatkan slip penarikan Bank oleh petugas yang ditunjuk HN.
 
Saat di ruangan Abdul Kadir. Foto ist
“Merujuk ke SK Kadis Dikbud Provinsi di situ sudah jelas kami dibayar persatu jam pelajaran. Dan Wakasek umum dan operator sekolah tidak pernah tunjukan slip penarikannya, kami hanya dipanggil dan disuruh tanda tangan saja,” terang Ady.

Tidak hanya penggelapan gaji guru yang dilaporkan, Adi Sucipto juga menyoroti atas dugaan manipulasi data Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK) dan Rombongan belajar (Rombel) yang dientri dalam aplikasi Dapodik.

Atas laporan tersebut, Adi Sucipto dan Ardi Hartato meminta dengan tegas pihak Kejari Dompu untuk serius menangani laporan itu dan segera menindaklanjuti.

“Kalau tidak dikhawatirkan sekolah akan menjadi korban. Dan berpengaruh pada penyelenggaraan pendidikan,” ancamnya.

Selain ajukan laporan di Kejari Dompu, kedua perwakilan guru ini, juga mengirim tembusan laporannya ke Kapolres Dompu, Kapolda, Gubernur, Dinas Dikbud dan Kejaksaan tinggi NTB di Mataram melalui jasa pengiriman Kantor POS Cabang Dompu. [RIS]