Dikes Fasilitasi Musyawarah Penanganan Stunting di Sanggar dan Tambora

Iklan Semua Halaman

.

Dikes Fasilitasi Musyawarah Penanganan Stunting di Sanggar dan Tambora

Kamis, 26 September 2019
Suasana MMD Upaya Mencegah dan Menangani Stunting yang Digelar di Aula Kantor Camat Sanggar.


Bima, Berita11.com— Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima melalui Seksi Gizi bekerja sama dengan camat, UPT Puskesmas Sanggar dan Tambora melaksanakan musyawarah masyarakat desa (MMD) tentang upaya desa dalam rangka mencegah dan menangani stunting, Senin (24/9/2019).

Kepala Seksi Gizi Dikes Kabupaten Bima, Tita Masithah M.Si menjelaskan, ada sejumlah desa di Kecamatan Sanggar yaitu  Desa Oi Saro,  Desa Boro dan Desa Rasabou Tambora yang menggelar MMD. Kegiatan diikuti 25 orang peserta yaitu camat, Kapolsek, TP PKK, Kades, Kadus, kader, Toga/Toma dan pengelola PAUD, PKH.

Kegiatan di kecamatan Sanggar berlangsung di Aula Kantor Camat Sanggar, sementara di Tambora MMD dihelat pukul 13.00 Wita di Aula Desa Rasabou.  Tita memaparkan materi Strategi Kabupaten Bima dalam menanggulangi stunting.

Tita yang merupakan alumnus Pascasarjana IPB Jurusan Gizi Masyarakat dan Ketua Persatuan Ahli Gizi Kabupaten Bima mengemukakan, MMD di dua kecamatan tersebut berhasil menggali komitmen kecamatan dan desa dalam menurunkan prevalensi stunting.

“Sejumlah poin penting kesepakatan yang dihasilkan dalam MMD di dua kecamatan tersebut mencakup upaya menurunkan stunting balita di bawah 30 persen tahun 2020,” ujar Tita dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi Informasi, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin M.Si.

Kesepakatan lainnya adalah pemberian bantuan penanganan stunting pada RT, 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dan jambanisasi menuju ODF, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi  Balita, ibu hamil dan sarana Posyandu.

Khusus di kecamatan Sanggar, MMD menyepakati Kecamatan Sanggar ODF tahun 2020  Desa Boro dan Oi Saro siap menjadi Desa Bebas Asap Rokok. "Di samping itu, musyawarah juga menghasilkan kesepakatan pemberian bantuan PKH untuk keluarga  1000 HPK serta membudayakan Cerdik,” tutup Tita Masitha. [AN]