Disnaker Kota Bima Ungkap masih Ada Warga yang Gunakan Jalur Tikus untuk jadi Buruh Migran

Iklan Semua Halaman

.

Disnaker Kota Bima Ungkap masih Ada Warga yang Gunakan Jalur Tikus untuk jadi Buruh Migran

Kamis, 26 September 2019
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima, Drs Jufri M.Si Didampingi Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bima, Drs Amsor MM. Foto US Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com  Meskipun pemerintah sudah menyiapkan regulasi dan sanksi yang tegas, hingga kini masih ada warga yang memilih menggunakan jalan mudah untuk bekerja di luar negeri. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bima menerima informasi masih ada warga yang senang menggunakan “jalur tikus” untuk menjadi buruh migran seperti di negeri jiran Malaysia melalui jalur Sulawesi Selatan –Kalimantan.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bima, Drs Amsor MM mengatakan, hal tersebut diketahui pihaknya saat melaksanakan wawancara terhadap mantan buruh migran asal Kota Bima yang beberapa waktu lalu bekerja di Malaysia Timur.

“Masih ada yang tidak melalui jalur resmi. Itu kami ketahui setelah kami tanyakan pada mantan tenaga kerja di sana. Jalurnya melalui Makassar menuju Kalimantan. Kami tanya siapa yang bawa? Ada keluarganya,” ujar Amsor di Disnaker Kota Bima, Senin (23/9/2019).

Kendati masih ada warga yang bekerja sebagai buruh migran secara ilegal, namun dipastikannya belum ada buruh migran (TKI/TKW) asal Kota Bima yang dideportasi karena masalah batas izin kerja, visa maupun karena masalah status tenaga kerja gelap.

Untuk mengantisipasi buruh migran gelap, pihaknya tetap berkoordinasi dengan setiap pemerintah kelurahan. “Sosialisasi sudah, malah lurah kita ancam jangan sampai ada warganya pergi secara gelap keluar negeri,” katanya. [US]