Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Gelar Rakor, ini yang Dibahas

Iklan Semua Halaman

.

Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Gelar Rakor, ini yang Dibahas

Kamis, 26 September 2019
Suasana Rapat Koordinasi Membahas Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak yang Digelar di Aula Kantor Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, Selasa (24/9/2019) lalu. 


Bima, Berita11.com— Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak  (KLA) Kabupaten Bima menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, Selasa (24/9/2019). Kegiatan diikuti perwakilan dari 39 instansi dari perangkat daerah terkait, camat, Puskesmas, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kabupaten Bima.

Rakor yang dibuka Sekretaris Bappeda  dan Litbang Kabupaten Bima, H. Fahrudin S.Sos, M.Ap tersebut turut dihadiri Ketua LPA Kabupaten Bima Hj Rostiati Dahlan S.Pd, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB), Drs. Aris Gunawan, M.Si, sejumlah pejabat eselon III dan eselon IV lingkup Kabupaten Bima.

H. Fahrudin  dalam arahannya mengatakan, aspek penting yang dibahas dalam Rakor teraebut adalah pentingnya pembahasan secara matang dan cermat perencanaan implementasi KLA oleh masing-masing perangkat daerah terkait, sesuai lima kluster dalam amanat konvensi hak anak.

“Karena itu, Gugus Tugas KLA mencermati dengan baik indikator seluruh tahapan,  perencanaan, pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi dan pelaporan,” katanya dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi Informasi, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin M.Si.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima, Drs Aris Gunawan M.Si dalam arahannya mengungkapkan,  meskipun Kabupaten Bima sudah mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah, tetapi tujuan KLA adalah bagaimana membangun kepedulian dan komitmen menyiapkan dan memenuhi hak-hak anak.

DP3AP2KB telah menetapkan target. Diharapkan ada 30 persen kecamatan dan 50 desa, termasuk desa yang tergabung dalam Kampung KB sudah tercakup dalam KLA.

Demikian halnya Puskesmas dan sekolah terus didorong untuk mewujudkan instansi ramah anak.

Pada kesempatan tersebut, Ketua LPA Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan dalam arahannya mengatakan, semua pihak harus bisa mengambil peran masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi perangkat daerah.

Secara khusus, Rostiati menekankan peran Dinas Dikbudpora dalam memfasilitasi terciptanya sekolah layak anak dan peran Disnakertrans dalam mengembalikan anak putus sekolah untuk kembali ke Sekolah. “Selain itu, para camat diharapkan mendukung sosialisasi literasi di desa dan sekolah dasar,” katanya. [AN]