Hadir di tengah Suasana Panas Massa Aksi, Danrem 162/WB Ajak Mahasiswa Salat Berjemaah

Iklan Semua Halaman

.

Hadir di tengah Suasana Panas Massa Aksi, Danrem 162/WB Ajak Mahasiswa Salat Berjemaah

Kamis, 26 September 2019
Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos. SH. M.Han Hadir di Tengah Massa dan Berupaya Menenangkan Ribuan Mahasiswa yang Menggelar Aksi di Gedung DPRD Provinsi NTB, Kamis (26/9/2019). Danrem Mengajak Mahasiswa Salat Ashar Berjemaah di Lokasi Aksi Unjuk Rasa. 

Mataram, Berita11.com— Aksi unjuk rasa yang dilakukan 10.000 massa dari berbagai elemen mahasiswa se-Pulau Lombok di gedung DPRD NTB hari ini, Kamis (25/9/2019) berakhir anarkis.  Massa merusak gerbang gedung legislatif setempat yang sudah dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Penembakan gas air mata pun tidak dapat terelakan hingga terjadi aksi lempar-lemparan dan kejar-kejaran.

Aksi Unras tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dinilai akan melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penolakan terhadap RUU KUHP yang akan disahkan DPR.

Melihat kondisi tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos. SH. M.Han berkoordinasi dengan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana yang berada di lokasi maupun dengan pimpinan DPRD NTB.

Danrem mengerahkan 2 SSK anggota Yonif 742/SWY dan jajaran Kodim Lombok Barat serta Tim Intel Korem dan Kodim Lombok Barat.

Kehadiran anggota Yonif 742/SWY menggunakan delapan unit truk di depan Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa yang berada di bawah terik matahari.

Danrem 162/WB langsung melakukan pendekatan dan negoisasi kepada perwakilan mahasiswa. Bahkan mahasiswa diajak salat Dzuhur berjamaah di Masjid Islamic Center dan dilanjutkan penyampaian imbauan serta Kultum kepada mahasiswa.

Danrem menyampaikan agar menjaga nama baik mahasiswa sebagai panutan dan contoh bagi masyrakat Indonesia,  agar tidak berbuat anarkis dalam aksi demontrasi yang dapat menodai cita cita luhur demokrasi.

Dikatakannya, mahasiswa adalah calon generasi penerus Bangsa Indonesia yang dibanggakan dan merupakan pemimpin masa depan. “Alhamdulillah, setelah dilakukan pendekatan dan komunikasi akhirnya tidak ada lagi anarkis,” ungkap Danrem.


“Mari bijak dalam menyampaikan aspirasi dengan tetap mengedepankan aturan hukum dan norma agama yang ada, mengingat NTB dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid,” ajaknya.

Selain itu, bersamaan dengan Azan Ashar, Danrem juga mangajak melaksanakan salat Ashar berjamaah di sepanjang Jalan Udayana di depan Kantor DPRD NTB. salat langsung dipimpin  dan diimami langsung oleh Danrem 162/WB tanpa ada keraguan.

Usai melaksanakan salat Ashar berjamaah, Danrem 162/WB bersama pimpinan DPRD Provinsi NTB serta anggota terus melakukan pendekatan persuasif dan secara perlahan kepada sisa pendemo terdiri dari 31 aliansi gabungan mahasiswa dan Ormas lebih kurang 2.500 orang.

“Syukur alhamdulilah sisa massa unjuk rasa pukul 17.15 Wita mulai membubarkan diri dengan tertib dan aman, kembali ke rumah masing masing,” katanya. [MR]