Insiden Pemukulan saat Perkemahan di Kempo, Kepsek Bakal Klaim ke Panitia

Iklan Semua Halaman

.

Insiden Pemukulan saat Perkemahan di Kempo, Kepsek Bakal Klaim ke Panitia

Rabu, 18 September 2019
Kepala SMAN 2 Woja Khairil Alimin, S.Pd saa memberikan keterangan pers. Foto ist
Dompu, Berita11.Com - Kepala SMA 2 Woja Khairil Alimin S. Pd, sesalkan atas insiden pemukulan yang dilakukan sekelompok penyusup dalam kegiatan Jumbara Palang Merah Remaja (PMR), yang dilaksanakan di Desa Konte Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu pekan lalu pada Rabu (11/9/19).

Menurutnya, kegiatan yang diadakan oleh Palang Merah Indonesi (MPI) itu, memang kurang pengamanan dari pihak panitia, sehingga memungkinkan bagi penyusup untuk bisa keluar masuk tanpa ada pengawalan.

"Saat saya kesana (tempat perkemahan red.) sesaat sebelum kejadian itu, saya melihat bentuk pengamannya itu kurang, disitu belum lagi dengan tempat kegiatan perkemahannya sangat tidak strategis, karena berpapasan langsung dengan masyarakat luar" kata Khairil.

Atas insiden pemukulan oleh sekelompok orang tidak dikenal tersebut, Kepala SMA 2 Woja Khairil Alimin S. pd, berencana akan mengajukan klaim terhadap pihak panitia atas insiden yang dialami anak didiknya.

"Saya sesalkan kejadian ini, kenapa sampai ada orang luar yang bisa masuk ke tempat itu, apalagi ada kelompok - kelompok  tertentu yang menyerang murid saya, saya berencana akan mengajukan klaim langsung kepada panitia, karena saya sangat kecewa, kenapa anak - anak saya sampai diperlakukan seperti itu" tandasnya.

Sementara ketua panitia penyelenggara Jumbara Palang Merah Remaja (PMR) Yuhasmin yang ditemuai di kediamannya, dirinya mengaku, baru mengetahui kronologis kejadia itu, setelah dia membaca pemberitaan yang dimuat oleh dimedia, namun setelah ditanya terkait langkah konkrit, bentuk pertanggungjawaban pihak panitia atas insiden ini, dia menjawab, sudah ditangani pihak penanggung jawab lokal yang ada di Desa setempat.

"Masalahnya, kan sudah diselesaikan oleh penanggungjawab yang lokal itu, Kepala Desa, Ketua LPM dan Babinsa di sana, kan mereka yang menagani juga persoalan ini sebagai penanggujawab" katanya.

Seperti yang diharapkan oleh orang tua korban, bahwasanya, pasca insiden pemukulan terjadi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, seharusnya pihak panitia dapat memberikan info kepada orang tua korba tentang kejadian tersebut, malak terkesen disembunyikan persoalannya.

"Kalau masalah itu bukan kita yang bertanggungjawab, tapi pihak sekolah, atau pembinanya yang harus bertindak" ungkapnya. [RIS]