Jadi Kapten KM Teluk Waworada, Bupati Bima Ajak Maksimalkan Syiar Islam

Iklan Semua Halaman

.

Jadi Kapten KM Teluk Waworada, Bupati Bima Ajak Maksimalkan Syiar Islam

Senin, 02 September 2019
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE Menyampaikan Sambutan saat Pembukaan MTQ XXX tingkat Kabupaten Bima, Minggu (1/8/2019).


Bima, Berita11.com— Panggung Mushabaqah Tilawatil Quran XXX tingkat Kabupaten Bima yang dipusatkan di Lapangan Desa Rupe Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima terbilang unik. Panggung MTQ didesain mirip kapal dan dinamakan KM Teluk Waworada.

Layaknya seorang kapten kapal, Bupati Bima yang membuka MTQ di lokasi setempat mengajak masyarakat untuk memaksimalkan syiar Islam. Pembuatan panggung MTQ dalam bentuk KM Teluk Waworada melambangkan penyebaran agama Islam di Kabupaten Bima pada masa lampau.

“Sehingga replika perahu KM Teluk Waworada ini nantinya akan dihiasi ornament motif ukuran kalligrafi sekaligus tempat pelaksanaan MTQ ini nantinya,” ujarnya.

Dikatakan Bupati Bima perahu yang menghiasi panggung mimbar tilawah merupakan replika KM. Teluk Waworada yang melambngkan ajaran agama Islam sejumlah desa di Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. “Adanya hiasan  replika KM Teluk Waworada ini merupakan tradisi saat digelarnya agenda –agenda besar seperti kegiatan MTQ yang dilaksanakan pada malam hari ini,” katanya.  

Menurut Camat Langgudu Abubakar SH,  pembangunan panggung MTQ berbentuk kapal menunjukan simbol dan ciri khas karakter kehidupan masyarakat Langgudu yang menjunjung tinggi nila–nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

“Mimbar MTQ berbentuk kapal ini merupakan hasil karya terbaik masyarakat Langgudu yang membutuhkan waktu hanya 360 jam untuk merampungkanya dengan melibatkan puluhan seniman dan pekerja,” katanya.

Dilanjutkannya, panggung tersebut dikerjakan selama 15 hari dengan atau 360 jam, memiliki ukuran panjang 20 meter dan lebar 15 meter. “Pembangunan dan pengerjaan panggung ini terbilang sangat cepat. Sebab hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja, mulai tanggal 16 Agustus 2019 dan panggun tilawah yang berbentuk kapal ini bernilai menjunjung tinggi kebersamaan dan kekeluargaan jadi,” katanya.

Ditambahkannya, atas semangat kebersamaan, kekeluargaan serta gotong royong panggung tersebut selesai dan terlihat megah. “Dengan kelihatan megah pangung ini merupakan kebanggaan kita bersama dan merupakan hasil karya terbaik masyarakat Langgudu untuk penyelenggaraan MTQ XXX Tingkat Kabupaten Bima tahun 2019,” pungkasnya. [MR]