Jajaran Mapolsek Hu'u dan Pamhut Resort Pajo II Kompak Padamkan Api Karhutla

Iklan Semua Halaman

.

Jajaran Mapolsek Hu'u dan Pamhut Resort Pajo II Kompak Padamkan Api Karhutla

Jumat, 20 September 2019
Kapolsek Hu'u IPTU Balok Siswantoro dan satuan Pengamanan hutan (Pamhut) saat memadamkan titik Api. Foto ist
Dompu, Berita11.com - Beberapa orang anggota dari jajaran Mapolsek Hu'u dipimpin Kapolsek IPTU Balok Suswantoro bersama satuan Pengamanan hutan (Pamhut) Resort Pajo II, Jumat (20/9/2019) pagi kompak memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kali ini terjadi di So Doro Lameri pada Jumat (20/9/2019) pagi. Lahan tersebut merupakan lahan teregester tanah milik Kehutanan (RTK) yang tercatat dalam Nomor 65.

IPTU Balok Suswantoro melalui Kasubbah Humas Polres Dompu IPTU Sambri, SH kepada Berita11.com mengatakan, sebelum menemukan titip api anggota sebelumnya melakukan monitoring lahan yang terbakar.

"Setelah dilakukan pengecekan dan monitoring bahwa lokasi kebakaran tersebut ternyata kawasan itu merupakan Kawasan Hutan yang pohonnya sudah kering yang ditebang oleh warga dipergunakan sebagai lahan penanaman jagung yang dikerjakan pada tahun 2018 lalu," ungkap Sabri.

Menurut Sabri, tidak menutup kemungkinan pada tahun ini warga tersebut sudah mau mulai untuk bekerja dan persiapan musim  penanaman jagung. Lahan tersebut merupakan lahan kemitraan yang talah dikerjakan warga. Dan luas kawasan yang terbakar mencapai kurang lebih 2 Heaktar.
Jajaran Mapolsek Hu'u dan Satuan Pamhut. Foto ist

"Upaya pemadaman api, anggota dan dibantu Pamhut dengan cara Manual atau memakai ranting dan daun - daun yang ada di sekitar lokasi," beber Sabri.

Pada kesempatan ini, lanjut Sabri, Balok Suswantoro menghimbau terhadap warga sekitar atau pemilik lahan yang ada di lokasi itu, jika hendak melakukan pembakaran lahan agar dijaga supaya api tidak merembes atau menyebar luas ke wilayah hutan maupun pemukiman warga.

"Diharapkan kepada warga agar berhati-berhati jika membakar lahan karena hal itu dapat mengakibatkan kerugian atau korban baik materil maupun korban  jiwa. Dan hal tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum.
Kami juga mensosialisasikan aturan atau undang tentang terkait kebakaran hutan," imbaunya.

Dalam hal ini, ia kembali mengaskan, perlu dilakukan sosialisasi dan koordinasi secara rutin dengan pihak terkait Muspika beserta 3 Pilar guna untuk mengantisipasi, agar pembakaran lahan atau hutan dapat di cegah secara cepat.

"Perlu adanya penggalangan dan Sosialisasi oleh pihak terkait agar permasalahan kebakaran lahan dan hutan tersebut bisa diatasi," tegasnya. [RIS]