Kadis Dikpora Ajak Guru dan Pelajar di KSB tidak Mudah Terprovokasi

Iklan Semua Halaman

.

Kadis Dikpora Ajak Guru dan Pelajar di KSB tidak Mudah Terprovokasi

Senin, 30 September 2019
Kepala Dinas Dikpora KSB, Drs H Mukhlis M.Si.  Foto ND Berita11.com

Taliwang, Berita11.com— Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Drs H Muklis,M.Si mengingatkan guru dan peserta didik jenjang satuan SMA/SMK dan SMP di Kabupaten Sumbawa Barat tidak mudah terprovikasi untuk terlibat aksi unjuk rasa dalam menyikapi penetapan revisi UU KPK dan Rancangan UU KUHP seperti yang terjadi dibeberapa daerah lain.

Menurut H.Mukhlis, untuk memastikan guru dan pelajar tidak terlibat aksi unjuk rasa, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB  melalui kepala UPTD Kepala UPT Layanan Dikmen dan PK-PKL Sumbawa Barat, karena secara kewenangan SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun, Pemda Sumbawa Barat melalui Dinas Dikpora berkewajiban memastikan peserta didik maupun guru di KSB tidak larut dengan aksi demontrasi.

Sekolah diminta tetap fokus melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasanya. Karena pelajar tidak perlu dieksploitasi melakukan hal-hal dekstruktif. Namun berkonsentrasi menempuh pendidikan di sekolah.

Dikatakan, informasinya kepala UPTD Kepala UPT Layanan Dikmen & PK-PKL Sumbawa Barat telah berkoordinasi dengan para pihak. Seperti kepala sekolah, guru semua sekolah dan Pemda Sumbawa Barat serta dengan pihak kepolisian supaya sama-sama dijaga, agar peserta didik tidak terlibat aksi demontrasi.

Selain itu, Dinas Dikpora KSB sudah melakukan pertemuan dengan kepala SMP se-KSB, untuk memastikan tidak ada pelajar terlibat aksi drmontrasi.

Sejauh ini katanya, sesuai hasil pantauan, tidak ada peserta didik maupun guru di KSB yang berencana melakukan aksi demontrasi. ''Saya harap semua para pihak secara bersama-sama mengantasipasi secara dini peserta didik KSB tidak melakukan aksi demontrasi,'' harapnya.

Dia meminta pihak lain,  di luar sekolah yang ingin memanfaatkan momentum seperti saat ini, tidak melakukan provokasi pada kalangan pelajar di KSB. Karena peserta didik saat ini masih perlu bimbingan untuk menentukan sikap dan jati dirinya untuk persiapan masa yang akan datang, setelah terjun di tengah masyarakat.

Selain itu, peserta didik diharapkan tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan hal-hal yang justeru dapat merusak diri sendiri, masa yang akan datang.

Begitu juga, orang tua/wali murid diharapkan tetap menjaga dan mengawasi anak-anaknya selama berada di luar jam sekolah dari pengaruh hal-hal yang belum waktunya dilakukan  peserta didik setingkat SMA/SMK dan SMP sederajat.

“Saya harap orang tua/wali murid mengawasi dan memantau prilaku anak dari pengaruh negatif yang belum waktu dilakukan peserta didik. [ND]