Ketua Gapensi Harapkan Pemerintah Antisipasi Kelangkaan Bahan Bangunan

Iklan Semua Halaman

.

Ketua Gapensi Harapkan Pemerintah Antisipasi Kelangkaan Bahan Bangunan

Rabu, 18 September 2019
Ketua GAPENSI Kabupaten Bima, Ir Rusdin H Adnan. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi Nasional/ Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Bima, Ir Rusdin H Adnan berharap pemerintah mengantisipasi kelangkaan bahan bangunan seperti semen dan kawat yang terjadi beberapa waktu hari terakhir seperti di Lombok dan Pulau Sumbawa.

Sebagaimana diketahui, harga semen dan kawan sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Bima mulai melonjak. “Harapannya pemerintah mengantisipasi potensi kelangkaan itu semua,” kata Ir Rusdin ketika dihubungi melalui Ponsel oleh Berita11.com, kemarin.

Meskipun sejumlah daerah mengalami kelangkaan semen dan bahan bangunan seperti besi yang melonjak, Direktur CV Megah yang merupakan pemenang tender yang sedang melaksanakan proyek pembangunan Pasar Raya Tente Rp1.730.500.000 dari DAK 2019 Kementerian Perdagangan ini memastikan proyek yang sedang dilaksanakannya tidak terganggu.

“Karena saya sudah DO, kalau pekerjaan saya sendiri sudah DO (semen) dan tetap lancar. Sementara ini masih lancar semua. Nggak tahu satu dua hari lagi,” katanya.

Berdasarkan data hasil survei harga pasar yang diperoleh Disperindag Kabupaten Bima, barang strategis kebutuhan bangunan semen mengalami kelangkaan dan kenaikan seperti semen merek Tiga Roda naik dari biasanya Rp60 ribu menjadi Rp66 ribu. Demikian halnya harga besi ukuran 6 milimeterx12 M naik menjadi Rp37 ribu/ batang, besi ukuran 8MMx12M naik menjadi Rp55 ribu/ batang, besi ukuran 12mm x12M  naik menjadi Rp125 ribu.

Secara terpisah sebelumnya, Tim Gabungan yang terdiri atas Disdag NTB dan Ditreskrimsus Polda NTB melaksanakan penelusuran terhadap penyebab kelangkaan semen di wilayah NTB. hasil penelusuran kelangkaan semen di pasar diperoleh informasi dari pimpinan gudang penyimpanan semen merek Tiga Roda di Pelabuhan Lembar kelangkaan semen karena adanya pemeliharaan mesin pabrik produksi di Tanjung, Kalimantan Selatan. Hal itu berdampak pada volume pasokan di NTB. namun bisa diatasi dengan pengisian di Citeureup, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, selain proyek Pasar Raya Tente, beberapa proyek lain yang bersumber dari DAK APBN di wilayah Kabupaten Bima tahun 2019 yaitu pembangunan Pasar Rakyat Labuhan Kananga Tambora Rp1.221.255.000 oleh PT Bangun Jaya. Selain itu, beberapa proyek yang bersumber dari DAK Afirmasi seperti pembangunan dermaga di wilayah Kecamatan Sanggar dan Desa Sampungu Kecamatan Soromandi. Proyek DAK Afirmasi bidang kesehatan seperti pembangunan sejumlah Puskesmas dan proyek DAK bidang pendidikan. Sejumlah proyek tersebut umumnya diberikan tenggat waktu 120 hari sehingga ditargetkan tuntas lebih cepat sebelum akhir tahun 2019. [US]