Ketua PDM Kabupaten Bima Imbau Masyarakat dan Mahasiswa jaga Kondusifitas Daerah

Iklan Semua Halaman

.

Ketua PDM Kabupaten Bima Imbau Masyarakat dan Mahasiswa jaga Kondusifitas Daerah

Kamis, 26 September 2019
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bima, Drs H Taufiqurrahman M.Pd. 

Bima, Berita11.com— Ketua  Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bima, Drs H Taufiqurrahman, M. Pd mengimbau dan mengajak masyarakat dan para mahasiswa serta generasi muda khususnya di Kabupaten Bima agar tetap tenang dan terus menjaga situasi Kamtibmas dalam menyikap pro kontrak berkaitan revisi Undang-Undang KPK dan RUU KHUP.

Diakuinya, saat ini sedang marak di berbagai daerah aksi menyikapi revisi UU KPK dan RUU KUHP. Akan tetapi masyarakat dan mahasiswa serta generasi muda diharapkan menjaga kondusivitas daerah.

“Memang unjuk rasa sebagai cara menyampaikan pendapat adalah hal yang biasa dalam negara yang menganut demokrasi. Namun, etika tetap harus dijaga. Pengunjuk rasa harus berangkat dari niat baik demi kemajuan bangsa dan negara, karena bagaimanapun juga unjuk rasa merupakan elemen dari demokrasi guna mengemukakan pendapat,” katanya, Rabu (25/9/2019).

Dikatakannya, unjuk rasa harus menjunjung etika dan tidak boleh melakukan kekerasan. Unjuk rasa, apalagi dengan jumlah massa yang besar, tak harus menimbulkan ketakutan dalam diri warga lainnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh anak-anak bangsa khususnya kepada kaum muda Muhammadiyah dan generasi muda pada umumnya agar tetap berkomitmen terus dalam persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinika Tunggal Ika.

“Demonstrasi adalah jalan terakhir, namun masih banyak cara dan jalan untuk mencari solusi terbaik yakni musyawarah untuk mufakat.  Demo dibolehkan oleh aturan, namun harus tetap menjaga etika dan tidak boleh anarkis,” tandasnya.

Pihaknya mendukung aparat keamanan untuk mengawal setiap penyampaian aspirasi secara proporsional dengan penuh kesabaran.

Menurutnya, sejauh ini diwilayah Kabupaten Bima tidak ada kegiatan aksi unjuk rasa yang berlanjut dengan aksi anarkis atau rusuh. Karena hingga saat ini aksi unjuk rasa di Kabupaten Bima masih dalam batas kewajaran. [RD]