Komite SMAN 1 Woja Gelar Rapat Bersama Wali Murid

Iklan Semua Halaman

.

Komite SMAN 1 Woja Gelar Rapat Bersama Wali Murid

Jumat, 06 September 2019
Rapat Komite dengan Wali Murid sedang berlangsung. Foto EDO
Dompu, Berita11.com - Komite SMA Negeri 1 Woja Kabupaten Dompu NTB, Jumat (6/9/2019) pagi menggelar rapat bersama wali murid dalam rangka membangun sarana tempat pembuangan air yakni Toilet atau yang dikenal Water Closet (WC) dan pembangunan sarana untuk tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) bagi siswa dan siswi.

Rapat yang dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Woja Efa Pariani, S.Pd.M.Pd itu, berlangsung di halaman sekolah setempat, yang dipimpin Ketua Komite Ahmad Syarifudin dan dihadiri pengurus Komite dan ratusan wali murid dari kelas X hingga XII.

Ketua Komite Ahmad Syarifudin dalam sambutannya mengatakan, tujuan adanya kegiatan rapat itu untuk memberitahukan ke wali murid atas apa yang menjadi kekurangan yang perlu diperbaiki dan dibangunkan sarana seperti toilet.

“Untuk kelancaran proses pembejaran siswa dan siswi kita, perlu diketahui wali murid dan sampai saat ini kita masih kekurangan WC dan kita akan bangunkan WC atau MCK, pembangunan MCK ini sudah kita rapat dulu dengan wali murid, bahkan sudah ada detail gambarnya, namun sampai hari ini belum terlaksana juga,” jelasnya.

Meski di sekolah ada iuran Biaya Penyelenggara Pendidikan (BPP), lanjut Syarifudin, diharapkan kepada orang tua wali bagi yang mampu sekiranya bisa menyalurkan bantuan demi kemajuan sekolah.   

“Jika ada wali murid yang mampu dan mau memberikan sumbangan dengan cara pribadi kami bersyukur dan kami juga selaku komite sekolah tetap memberikan sumbang mungkin bisa lebih dari itu, semua itu demi kemajuan sekolah kita,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Syarifudin sedikit menyinggung terkait siswa yang mendapatkan bantuan beasiswa dari Program Indonesia Pintar (KIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (PIP) yang sempat disepakati oleh orang tua wali dalam rapat yang digelar beberapa bulan yang lalu.
 
Ratusan para wali murid saat mengikuti rapat dengan pengurus Komite SMA Negeri 1 Woja. Foto EDO
Siswa yang yang mendapatkan beasiswa KIP tersebut, tidak membayar iuran BPP untuk itu, pada kesempatan rapat itu, khusus orang tua wali yang mendapatkan bantuan KIP sepakat menyumbangkan Rp100 Ribu bagi yang dapat Rp500 atau disumbangkan ke sekolah 10%. Namaun hingga saat ini tak seorangpun diantaranya tidak ada yang melaksanakan atas kesepakatan itu.

“Pada kesempatan ini bagi ibu-ibu yang mengikuti rapat itu, mohon diingat kembali lah, apalagi sebentar lagi mau cair tahapan kedua, dengan adanya bantuan itu, mungkin bisa terlaksana juga pagar yang roboh di belakang sekolah itu,” terang Syafrudin.

Sementara, Kepala SMA Negeri 1 Woja saat ditemui Berita11.com di ruang kerjanya menuturkan, biaya untuk pembangunan toilet atau WC memang masih minim apalagi sekolah yang ia pimpin itu saat ini dalam tahapan perbaikan pagar di belakang.

“Memang ada biaya pembangunan WC di iuran BPP tapi itupun masih sedikit, karena saat ini kita masih fokus juga pembiayaan pagar di belakang, jangankan tidak ada pagar ada pagar saja dipanjat sama siswa,” ungkap Efa.

Terkait dengan pembangunan WC, Efa menambahkan, jika dihitung secara rasio antara sejumlah murid yang ada dengan kebutuhan toilet mencapai 15 toilet, itupun jenis toilet standar, sementara di sekolah tersebut toilet yang dibangun baru lima toilet.    

“Untuk siswa perempuan satu toilet hanya digunakan sebanyak 40 siswa, untuk siswa laki-laki sebanyak 35 siswa, jika dihitung dengan cara rasio masih kurang 10 toilet, sementara toilet yang ada baru 5 toilet,” beber Efa. [EDO/ADV]