Latihan Khusus Kohati Mataram Dibuka, Perempuan Diharapkan Out of The Box

Iklan Semua Halaman

.

Latihan Khusus Kohati Mataram Dibuka, Perempuan Diharapkan Out of The Box

Rabu, 11 September 2019
Foto Bersama Kohati Bersama Forhati dan Pengurus HMI Cabang Mataram saat Pembukaan Latihan Khusus Kohati di Taman Budaya NTB, Selasa (10/9/2019) Malam.


Mataram, Berita11.com— Latihan Khusus Kohati (LKK) Korps HMI Wati (Kohati) Mataram telah resmi dibuka di Aula Terbuka Taman Budaya NTB, pukul 19.00 wita, Selasa (10/9/2019). Acara pembukaan tersebut dirangkaikan dengan Milad ke-53 Kohati.

Dalam penyampaiannya, Koordinator Forum Alumni Kohati (Forhati) NTB,  Anda Yani menyatakan saat ini tantangan perempuan Indonesia ke depan jauh lebih menantang. Sebab bukan hanya soal dapur yang harus diurus perempuan, tapi lebih dari itu. Terbukti, ada banyak perwakilan gender yang mengisi ruang-ruang penting di berbagai sektor kehidupan.

“Kita bisa lihat keberadaan perempuan di era orde lama, orde baru sampai reformasi terpinggirkan. Tapi hari ini banyak yang menjadi bagian penting di semua sektor (salah satunya di panggung politik, Red). Maka tantangan Kohati hari ini jauh lebih berat, tentu harus menyiapkan mental dan kesiapan diri lebih matang lagi, dengan progress zaman yang berkemajuan. Artinya dirkursus dan wacana perempuan bisa terus ditingkatan,” katanya.

Sementara, Ketua Umum Kohati Cabang Mataram, Nurul Huda dalam sambutannya menegaskan bahwa dalam era keterbukaan saat ini, kader-kader HMI Wati harus tingkatkan semangat intelektual yang tinggi. Dengan demikian dapat mengibangi dunia yang serba globalisasi.

Selain itu, Kohati sebagai organisasi pengkaderan harus mampu mengemas isu keumatan dan kebangsaan. Diakuinya, begitu banyak perempuan yang acuh atau mengalami krisis identitas. Harapan lainnya, menjadi bagian yang bermanfaat, akan lebih mengedepankan emansipasi sosial kemasyarakatan.

“Kita tidak hanya berkutat pada wilayah urusan rumah tangga (URT) semata. Kohati harus peka terhadap permasalahan-permasalahan yang khususnya terkait dengan keperempuanan terutama dalam kondisi sekarang. Setelah teman-teman mengikuti kegiatan formal ini, dapat diaplikasikan di masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan menyampaikan bahwa LKK bukan hanya sebagai latihan formal semata, tetapi jauh dari itu harus ada proses pengembangan kualitas ilmu pengetahuan yang lebih baik. Sudah harus keluar dari cara berpikir yang mengganggap diri bahwa perempuan hadir hanya sebagai pelayan.

“Kalau dulu perempuan itu sedikit termajinalkan dari posisi apapun atau dengan kata lain mereka hanya jadi pelayan bagi laki-laki. Tetapi jauh dari itu perempuan harus mampu hadir di tengah kebutuhan arus modernisasi dalam mengawal lembaran-lembaran perubahan dari setiap persoalan yang di alami bangsa hari ini,” pungkasnya. [RD]